Rumpun Besar Keluarga Mutis Tuan Akan Gelar Pertemuan Adat Untuk Tutup Wisata Alam  Mutis 

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – SOE – Rumpun Keluarga Besar Mutis Tuan akan melakukan pertemuan adat untuk silaturahmi adat sekaligus membahas degradasi kelestarian Cagar Alam Gunung Mutis dan ‘menutup’ Wisata Alam Mutis. Pertemuan tersebut akan diselenggarakan pada Sabtu (1/8/2020) di Sonaf Oepopo, desa Mutis-Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten Timor-Tengah Selatan. 

Demikian disampaikan Usif dari Sonaf Neso-Eno, Usif Benyamin Tusalak dan Usif Lusianus Tusalak saat ditemui wartawan pada 1 minggu lalu di Soe, Kabupaten TTS.

Swipe up untuk membaca artikel

“Sangat miris sekali, disebut Pah Mutis, tapi orang naik Gunung Mutis seenaknya. Sampah bertebaran dimana-mana sehingga merusak alam  Wisata Mutis dan lingkungan sekitarnya (Sufa Kauf Pah Mutis, red),” tandas duo Tusalak itu.

Benyamin Tusalak menambahkan melaui pesan WhatsApp kepada media, “katong dapat pujian di facebook dan keluarga Pah Mutis dapat nama besar, akan tetapi ketika mereka pulang kita dapat apa? Sampahlah yang didapat orang Mutis!”

Bahkan bertanya, “Mutis, siapa penanggungjawabmu? Siapa penuturmu ? Dan siapa pemandu jalanmu? Siapa penjagamu?”

Baca Juga :  Pentas Seni Tradisional, Julie Laiskodat: NTT Luar Biasa Kaya dan Lebih Indah dari Bali

Oleh karena itu menurutnya area Gunung Mutis harus dijaga agar tetap lestari dan tetap menjadi kebanggaan masyarakat di Timor dan Nusa Tenggara Timur.

Selain itu karena Gunung Mutis menyimpan sejuta makna bagi masyarakat di sekitarnya dan masyarakat Timor pada umumnya.

Masyarakat yang tinggal di sekeliling area kaki Gunung Mutis dan masyarakat Timor pada umumnya percaya Gunung Mutis adalah gunung keramat. Gunung Mutis itu Surga, tempat peristirahatannya para arwah orang yang telah meninggal. Setelah meninggal dunia, jiwa/arwah orang yang meninggal akan kembali ke Gunung Mutis.

  • Bagikan