Pendekatan Filosofi “3 A” di Mutis Dalam Harmoni Dengan Budaya dan Alam

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – TTS – Pendekatan filosofi “3 A” (Ahimsa, Anekanta, Aparigraha) selalu diterapkan BBKSDA NTT selaku perwakilan pemerintah dalam mengelola kawasan konservasi Cagar Alam (CA) Gunung Mutis untuk menjaga harmoni antara masyarakat dan alam. Pendekatan tersebut sebuah cara damai untuk menghindari perilaku atau sikap kekerasan (violence). Sebaliknya mengutamakan perundingan (dialog, red) untuk kerukunan dan kesatuan. Lebih dari itu, kesadaran semua pihak untuk datang bermusyarawarah dengan hati yang murni dan bersih secara bersama-sama. 


Demikian saripati siaran pers Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) pada Jumat (17/7/2020) dalam rangka Sosialisasi dan Musyawarah Dengan Para Tokoh Masyarakat di sekitar CA Mutis melalui pendekatan Aparigraha tanggal 17 hingga 18 Juli 2020, bertempat di daerah penyangga CA Mutis, Kabupaten Timor Tengah Selatan .

Swipe up untuk membaca artikel

Latar belakang dari dilaksanakannya kegiatan ini antara lain karena perkembangan pengelolaan konservasi di Indonesia termasuk di NTT yang semakin dinamis; baik informasi, strategi, cara kelola, kondisi alam, maupun ekonomi dan social budaya masyarakat.  Pelibatan masyarakat sekitar dalam pengelolaan konservasi menjadi penting agar masyarakat diposisikan sebagai subjek dalam pengelolaan kawasan konservasi, demi terbangunnya rasa saling percaya mewujudkan harmoni alam dan masyarakat.

Baca Juga :  Rumpun Besar Keluarga Mutis Tuan Akan Gelar Pertemuan Adat Untuk Tutup Wisata Alam  Mutis 

Kawasan Cagar Alam Gunung Mutis terletak di daratan Pulau Timor. Secara administratif pemerintahan, Kawasan CA Gunung Mutis berada di wilayah Kecamatan Fatumnasi dan Kecamatan Tobu, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kecamatan Miomafo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara.

  • Bagikan