Diduga Pokja BPBJ Rekayasa Tender Alat Peraga Nautika Rp 4,8 M

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Diduga Oknum anggota Kelompok Kerja (Pokja) pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda NTT melakukan rekayasa tender pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa untuk SMK Negeri untuk Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Tahun Anggaran 2020. Dugaan rekayasa itu dilakukan oknum anggota Pokja dengan sengaja meloloskan CV Lea Jaya yang berkualifiksi Kecil 1 (K1), padahal dalam tender itu disyaratkan untuk penyedia dengan kualifikasi usaha menengah.

Hal ini diungkapkan sumber yang sangat layak dipercaya kepada tim media ini pada Rabu (15/7/20). “Sejak awal kami sudah duga ada permaianan dalam tender itu. Tampak sekali rekayasanya. Misalnya, dalam pendaftaran, hanya ditulis Lea Jaya. Tidak ditulis CV-nya. Padahal jelas-jelas dalam syarat kualifikasinya, Pokja menulis kualifikasi usaha menengah. Sedangkan CV. Lea Jaya hanya berkualifikasi K1. Ini sangat jelas rekayasanya,” ungkapnya.

Swipe up untuk membaca artikel

Menurutnya, pelelangan Belanja Pengadaan Alat Praktik dan Peraga Siswa untuk SMK Negeri untuk Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan itu telah melanggar UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. “Syarat tender telah dilanggar sendiri oleh Pokja. Dengan memenangkan perusahaan berkualifikasi K1 (Kecil 1, red) untuk tender proyek kualifikasi Menengah (M) jelas-jelas melanggar syarat tender dan UU Nomor 20 Tahun 2008,” tandasnya.

Baca Juga :  DPRD Minta Polda NTT Usut Tuntas Proyek Benih Ikan Kerapu Senilai Rp 7,5 M
  • Bagikan