ARAKSI Desak Polres Segera Periksa Bupati TTU Terkait Sisa Dana Pemilukada Rp 676 Juta

  • Bagikan
Koran Timor
Ketua ARAKSI, Alfred Baun

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) kembali mendesak Polres TTU untuk segera memeriksa Bupati Timor Tengah Utara (TTU), RSF, sebab tambahan barang bukti terkait dugaan penyelewengan keuangan negara senilai Rp 676 juta sudah diserahkan ke Polres TTU.

Ketua ARAKSI, Alfred Baun

Demikian disampaikan Ketua ARAKSI NTT, Alfred Baun kepada wartawan di Kupang, Senin (14/7).

Swipe up untuk membaca artikel

“Polres TTU sudah memeriksa kami (ARAKSI – Red). Dan sejumlah barang bukti sudah kami serahkan sebagai tambahan bukti, seperti, hasil Audit BPK, dan ada beberapa bukti tambahan lainya” ujar Alfred.

Menurutnya, berdasarkan LHP BPK yang diserahkan ARAKSI ke Polres TTU, ditemukan adanya kerugian negara sekitar Rp 900 juta.
“Yang jelas pada LHP BPK itu ada kerugian negara Rp 900 juta lebih. Namun yang kami laporkan dalam kasus ini adalah penggunaan sisa dana Pemilukada TTU senilai Rp 676 juta,” kata Alfred.

Dengan adanya tambahan bukti baru itu, kata Alfred, tidak ada alasan bagi Polres TTU sehingga belum memeriksa Bupati.

Baca Juga :  PADMA INDONESIA Desak Kapolda Tak Proses Laporan Gubernur Laiskodat Terhadap Ketua ARAKSI

“Bupati TTU, RSF harus segera diperiksa, karena sisa dana Pemilukada Rp 676 juta tersebut dicairkan berdasarkan disposisi Bupati TTU pada tahun 2012. Padahal Pemilukada sudah selesai pada tahun 2010,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada tahun 2010, Pemda TTU telah menghibahkan dana sebesar 16 milyar untuk membiayai proses Pemilukada TTU untuk proses hingga dua putaran.

  • Bagikan