118 RTK di Matim Belum Tersambung Listrik Karena Kendala Ijin Kawasan Hutan Konservasi

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Sebanyak 118 Rumah Tangga Konsumen (RTK) untuk sembilan desa di Manggarai Timur hingga saat ini belum tersambung listrik. Pasalnya, pihak PLN wilayah NTT belum mendapat ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan Konservasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Padahal sejak tahun lalu (2020, red), pihak PLN sudah memasang 45 tiang sejauh dua kilometer di wilayah itu.

Fraksi Hanura DPRD NTT saat bertemu jajaran pimpinan PLN Wilayah NTT, Selasa(30/6/2020)

Demikian dikatakan Anggota DPRD NTT dari Fraksi Hanura, Ben Isidorus yang dihubungi tim media ini via telepon celulernya pada Jumat (3/7/2020).

Swipe up untuk membaca artikel

Ben Isodorus menjelaskan pihaknya sudah mengetahui informasi itu dari warga dan setelah mendapat surat dari Bupati Manggarai Timur yang ditujukan kepada anggota DPRD NTT.

“Sebanyak 118 RTK yang akan tersambung listrik itu melewati kawasan hutan konservasi (TWA) yang menjadi kewenangan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA),” ujarnya.

Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, lanjut Ben, beberapa waktu lalu telah menyurati Pemprov dan DPRD NTT terhadap hambatan pemasangan listrik di 9 desa itu.

Baca Juga :  Progres Fisik Jalan Ruas Noa – Golowelu Yang Dikerjakan PT. Gunung Sari Indah Telah Mencapai 88 Persen 

Sebagai tindak lanjut dari keluhan 118 RTK di 9 desa/kelurahan yang belum tersambung aliran listrik itu, Ben Isidorus mengaku sudah menyampaikan masalah itu ke Pemprov lewat sikap politik Fraksi Hanura DPRD NTT. Terutama pada Pendapat Akhir Fraksi Terhadap Dua Ranperda Prov. NTT pada 30 Juni 2020 lalu.

  • Bagikan