Polres TTU Lidik Dugaan Korupsi Sisa Dana Pilkada TTU Rp 676 Juta

  • Bagikan
Koran Timor
Ketua Araksi, Alred Baun

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Polres TTU mulai melakukan Penyelidikan (Lidik) Dugaan Korupsi sisa dana Pilkada TTU Tahun 2010 sebesar Rp 676.919.325 yang diduga melibatkan Bupati TTU, RSF. Lidik kasus tersebut dimulai dengan pemeriksaan Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (Araksi), Alfred Baun sebagai saksi pelapor oleh Penyidik Polres Timor Tengah Utara (TTU) pada hari ini, Rabu (24/6/20).

Ketua Araksi, Alred Baun

Demikian disampaikan Ketua Araksi, Alfred Baun yang menghubungi tim media ini melalui telepon selularnya, Rabu (24/6/20) pagi tadi. Menurutnya, Polres TTU telah mulai melakukan penyelidikan terhadap dugaan Korupsi Penyelewengan Sisa Dana Pemilu TTU sekitar Rp 676 juta yang dilaporkan pihaknya.

Swipe up untuk membaca artikel

“Polres TTU sudah Lidik terkait laporan kami tentang dugaan penyelewengan sisa dana Pilkada TTU tahun 2010 di Polres TTU sekitar Rp 676 juta.  Hari ini saya diperiksa di Polres TTU. Sebenarnya saya diperiksa kemarin (Selasa, 23/6/20) tapi saya minta diundur hari ini karena ada kesibukan lain,” ujar Alfred.

Baca Juga :  KOMPAK Indonesia Desak Ketua Pokja  Stunting NTT Laporkan Oknum Politisi Ke KPK

Menurut Alfred, Polres TTU bertindak sigap dan cepat merespon laporan pihaknya. “Kami ucapkan terima kasih kepada Polres TTU yang dengan cepat merespon laporan Araksi terkait dugaan penyelewengan dana Pemilu sekitar Rp 676 juta.

Informasi yang dihimpun media ini, sisa dana Pilkada tersebut merupakan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kabupaten TTU (Dana Alokasi Umum/DAU, red) tahun 2010 dengan nomenklatur Belanja Hibah Pilkada TTU sebesar Rp 12 Milyar. Pada tahap I, dicairkan dana Hibah Pilkada sebesar Rp 4 Milyar. Pada Tahap II dicairkan dana sekitar Rp 6 Milyar.

  • Bagikan