Bank NTT Diduga Hapus Buku 669 Kredit Fiktif Senilai Rp 13,4 M

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Bank NTT diduga menghapus 669 kredit fiktif senilai Rp 13,4 M pada tahun 2019. Kredit yang dihapus buku tersebut dicairkan pada tahun 2016-2017. Padahal 669 kredit fiktif tersebut belum dapat dihapusbukukan karena belum lima tahun jatuh tempo.

Demikian informasi yang dihimpun tim media ini dari sumber yang sangat layak dipercaya pada Selasa (16/6/2020) di Kupang. Menurutnya, jumlah kredit fiktif tersebut diberikan oleh Kepala Sub-Divisi Mikro di Kantor Pusat Bank NTT, BN yang saat ini menjabat Kepala Kantor Cabang Bank NTT Oelamasi.

Swipe up untuk membaca artikel

“Diduga ia memberikan 669 kredit fiktif senilai Rp 13,4 M yang ditranfer ke 669 rekening fiktif. Hal itu sudah menjadi temuan internal kantor pusat dan temuan OJK, tetapi terkesan ditutupi,” ujar sumber yang enggan ditulis namanya.

Menurutnya, masalah itu sengaja ditutupi oleh jajaran Direksi Bank NTT karena BN memiliki hubungan dekat dengan Plt. Dirut Bank NTT, Aleks Riwu Kaho.

“Masalah itu ditutupi karena BN adalah keponakan kandung Plt. Direktur Utama saat ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kredit tersebut dicairkan tahun 2016-2017, namun dihapusbukukan pada tahun 2019. Sementara menurut aturan, hapus buku harus lima tahun setelah kredit itu jatuh tempo. “Kredit tersebut pencairan tahun 2016- dan 2017, hapus buku tahun 2019. Aturan hapus buku harus 5 tahun setelah kredit itu jatuh tempo,” tandasnya.

Baca Juga :  APH Didesak Tangkap IR dan JJ Terkait Kredit Fiktif PT. Budimas Rp 100 M
  • Bagikan