Cara Meningkatkan Kualitas Alat Potong Menggunakan Metode Austemper

  • Bagikan
Koran Timor
Wenseslaus Bunganaen, ST., MT

Oleh: Wenseslaus Bunganaen, ST., MT
Dosen Teknik Mesin FST Undana

Article Posted on June 17, 2020
Wenseslaus Bunganaen, ST., MT

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Kualitas Alat Potong Pertanian yang dihasilkan para Pengrajin besi dapat meningkatkan nilai jual dan bersaing dengan produk pabrik erah globalisasi. Asalkan diperhatikan faktor-faktor penting seperti; bahan baku, proses penempaan, penyepuhan, dan media pendingin.

Swipe up untuk membaca artikel

Kulitas dari alat potong pertanian hasil pengrajin besi, ditentukan dari berbagai faktor, antara lain : bahan baku, proses penempaan, dan metode penyepuhan, media pendingin.

Bahan baku yang sering dipakai untuk pembuatan alat potong pertanian adalah ver atau per mobil bekas. Bahan ini adalah baja per (Spring steel) yang mengandung kadar karbon antara 0,50% – 1.00%. Untuk baja per mobil/truk biasanya memiliki kandungan karbon 0.5 % – 0.65 % (Baja AISI 1060, 1055, 9260, dan 5160).

Baja memilii sifat yang unik yakni bisa dibuat keras, dibuat ulet, dibuat rapuh (=mudah patah), tergantung pada proses perlakuan panas (Heat Treatment).

Baca Juga :  Marius : Kebijakan Bupati Ende Harus Dikomunikasikan dengan Baik

Perlakuan panas itu adalah proses pemanasan dan pendinginan baja dengan tujuan merubah sifat-sifat fisis dan mekanis dari baja tersebut.

Proses yang dilakukan oleh para pengarjin besi adalah proses perlakuan panas; mulai dari penempaan sampai penyepuhan atau finishing.

Batang baja per yang masih utuh dipotong, dan kemudian dibentuk melaui proses penempaan. Batang baja dipanaskan sampai suhu 8000C – 9500C. Kemudian ditempa pada landasan sesuai dengan bentuk yang diinginkan (=parang, pisau, tofa, atau cangkul).

  • Bagikan