Waduh, Bank NTT Pakai Debt Collector Untuk Intimidasi dan Paksa Nasabah

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Aksi premanisme dikakukan Dept Collector yang diduga dibayar oleh pihak Bank NTT Cabang Oesao untuk mengintimidasi dan memaksa nasabah atas nama Suwito Yongnardi (43) untuk menandatangi surat jual-beli aset milik nasabah dengan alasan tak jelas.

Karena merasa diintimidasi dan tetancam,  Suwito, Warga Jalan Herewila RT. 002/RW. 001, Kelurahan Naikoten II, Kec. Kota Raja, Kota Kupang, melaporkan kejadian itu ke Polda NTT, Senin (15/6/2020).

Swipe up untuk membaca artikel

Suwito saat di temui sejumlah media di SPKT Mapolda NTT, mengatakan,  kejadian naas itu dialaminya tidak hanya di kantor notaris namun di rumah toko (ruko) milik keluarganya. Akibatnya,   istri dan anaknya mengalami trauma.

“Saya dipaksa untuk menanda-tangani surat di notaris yang sudah di tunjuk oleh pihak Bank yaitu Bobby Pakh. Namun pada saat itu saya diminta untuk bertemu di kantor Notaris Zantje, kemudian di sana muncul Debt Collector tersebut masuk dan banting kertas lalu mengatakan, pak baca baik-baik lalu pak tanda tangan,” ungkap Suwito.

Baca Juga :  QRIS Bank NTT Membantu Masyarakat Bertransaksi Secara Mudah dan Aman

Menurut Suwito, ia meminta agar surat itu dipalajari terkebih dahulu.   “Saya tidak bisa tanda-tangan sebelum saya pelajari isi dari surat tersebut, saya bawa pulang dulu untuk di pelajari. Namun Debt Collector tersebut mengatakan pak pelajari sekarang dan tanda tangan. Saya di ancam tidak bisa keluar jika tidak tanda tangan,” ujarnya.

  • Bagikan