Masalah Lahan Besipae, BPN Hanya Terbitkan Sertifikat Hak Pakai Pengganti

  • Bagikan
Koran Timor
KAKANWIL BPN NTT, Jaconias Walalayo, SH, MH

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak pernah menerbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) lahan Besipae. BPN hanya menerbitkan Sertifikat Hak Pakai (SHP) duplikat (bukan sertifikat baru, red) sebagai pengganti sertifikat SHP Nomor 01/Desa Mio, tertanggal 29 Januari 1986 yang hilang. Dengan demikian, status lahan sekitar 30.870 Hekta/Ha yang disengketakan itu masih berstatus Hak Pakai.

KAKANWIL BPN NTT, Jaconias Walalayo, SH, MH

Demikian dikatakan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN), Jaconias Walalayo, SH, MH melalui jawaban tertulis (wawancara tertulis, red) yang diterima tim media ini pada Jumat (29/5/20) kemarin terkait sengketa lahan peternakan Besipae, TTS antara warga Besipae dan Pemprov NTT.

Swipe up untuk membaca artikel

Menurut Kakanwil Walalayo, diterbitkannya Sertifikat Hak Pakai (SHP) pengganti/duplikat pada tahun 2013 karena SHP tahun 1986 telah hilang. “Itu terjadi karena sertifikat yang lama, HP Nomor 1/Desa Mio, tertanggal 29 Januari 1986 hilang. Kemudian diterbitkan sertifikat pengganti karena hilang, yaitu SHP Nomor 1/Desa Mio, tertanggal 19 Maret 2013 atas nama Dinas Peternakan Provinsi NTT seluas 37.800.000 M2 (3,780 Ha),” jelasnya.

Baca Juga :  GRAK Desak Ketua DPRD NTT Minta Hasil Tindak Lanjut Temuan BPK RI dari Pemprov

Penerbitan sertifikat pengganti/duplikat itu, papar Kakanwil, berdasarkan permohonan sertifikat pengganti karena hilang dari Pemprov NTT sesuai Laporan Kehilangan yang diterbitkan oleh Kepolisian Resort Kupang Kota tertanggal 19 Desember 2012 Nomor: KK/2461/XII/2012/SPKT Res Kota Kupang dan Pengumuman Sertifikat Pengganti karena hilang tertanggal 25 Januari 2013 Nomor: 36/7.53.02.300/1/2013 Nomor urut 1 dari Kantor Pertanahan Kabupaten TTS.

  • Bagikan