Memahami Pesan Cinta ‘Mama Telanjang Dada’ Untuk Gubernur Laiskodat

  • Bagikan
Koran Timor
Fabian Latuan, Tim KOWAPPEM NTT
Oleh: Fabian Latuan, S.Sos
Tim Komunitas Wartawan Peduli Pembangunan/Kowappem NTT)
Fabian Latuan, Tim KOWAPPEM NTT
MASYARAKAT NTT kembali dihebohkan dengan beredarnya video aksi Gubernur NTT, Viktor Laiskodat saat menghadapi Mama-Mama bertelanjang dada di Besipae di Media Sosial sekitar 2 pekan lalu.

Latar belakang alias sejarah dibalik kejadian yang merupakan ‘kecelakaan’ sejarah kepemimpinan di NTT itu sangat panjang. Masyarakat Besipae tahu betul bahwa lahan itu merupakan warisan nenek moyangnya yang menjadi sumber kehidupan bagi mereka dan anak-cucunya.

Menurut masyarakat di Besipae, lahan yang masa HGU-nya telah usai pada tahun 2012 itu harusnya dikembalikan Pemprov NTT kepada mereka sebagai pemilik sah hak ulayat lahan Besipae. Namun yang terjadi, segelintir oknum di Pemprov NTT diduga melakukan rekayasa dan intimidasi dalam penyerahan hak milik dari warga setempat untuk memproses sertifikat hak milik atas nama Pemprov NTT.

Swipe up untuk membaca artikel

Karena itu masyarakat adat yang mendiami Besipae melakukan penolakan dan demo untuk memprotes Pemprov NTT. Mereka seakan tak kenal lelah untuk memperjuangkan hak mereka yang menurut mereka telah dirampas oleh Pemprov NTT.

Baca Juga :  Gubernur Laiskodat Laporkan Ketua Araksi ke Polda NTT

Disisi lain, Pemprov NTT mengklaim tanah itu telah menjadi hak milik Pemprov NTT dengan diterbitkannya sertifikat hak milik pada tahun 2013. Bahkan Pemprov mempersilahkan masyarakat adat di Besipae melakukan gugatan ke pengadilan untuk membatalkan sertifikat itu.

  • Bagikan