Forum BUMDES NTT Desak Pemkab Belu Copot Kades Naitimu

  • Bagikan
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Forum Badan Usaha Milik Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPW Forum BUMDES NTT), Yoan Niron

Diberitakan oleh media ini sebelumnya (Kamis, 21/5/2020) bahwa penyaluran Bantuan Lansung Tunai Dana Desa (BLT DD) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada warga terdampak Covid-19, di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (Rabu, 20/15/2020) diduga tidak tepat sasaran dan tidak transparan serta tidak adil. Istri para aparat desa, Tenaga Kontrak Daerah (TKD) serta tim sukses Kades Naitimu sumringah menerima BLT DD dan dan BST. Sementara itu keluarga miskin dan tak berdaya (janda dan lansia, red) merana tidak tersentuh BLT dan BST.

Kasus tersebut terkuak ke publik setelah seorang Warga Desa Naitimu (yang menolak menyebutkan namanya) menghubungi Media ini pada hari Rabu (20/05/2020) membeberkan semua polemik dan keluhan warga miskin yang terdampak Covid-19. Ia menguraikan bahwa mayoritas penduduk desa Naitimu bermata pencaharian sebagai petani dan berpendapatan di bawah rata-rata per kapita dan miskin.

Swipe up untuk membaca artikel

Kelompok kategori inilah, menurutnya seharusnya yang mendapat fokus perhatian pemerintah terkait penyaluran BLP dan BST disituasi pandemi corona ini. “Jumlah penduduk sekitar 800 an Kepala Keluarga. Pekerjaan masyarakat disini bervariasi, tetapi lebih banyak yang petani. Mereka ini seharusnya yang menjadi fokus dan sasaran BLT dan BST ditengah situasi pandemi corona,” ujarnya.

Ia mengungkapkan kekecewaannya terkait realisasi pembagian BLT dan BST desa Naitmu Kecamatan Tasi Feto, Kabupaten Belu. Pasalnya penyaluran BLT dan BST tidak tepat sasaran dan tidak transparan. Kebanyakan penerima BLT dan BST adalah para tim sukses Kades Naitimu, Nobertus Moa. Termasuk isteri para aparat desa, Ketua TPK yang adalah pensiunan PNS, RT dan Tenaga Kontrak Daerah. Parahnya, banyak keluarga yang lebih layak terima (yang lebih miskin, red) malah tidak menerima apa-apa.

“Pembagian BLT dengan BST hari ini (Rabu, 21/05/2020) sangat tidak adil dan tidak transparan. Kami menilai Kepala Desa Naitimu, Bapak Norbertus Moa tidak transparan dan tidak adil kepada warganya. Banyak yang terima BLT ini adalah para tim sukses Kades Naitimu. Yang terima juga istri aparat desa, bahkan Ketua TPK yang pensiunan PNS. Mengenai BST, lebih banyak yang didata adalah para istri sehingga, nama yang terima juga para istri aparat desa. Dalam hal ini istri sekdes, istri RT, dan Tenaga Kontrak Daerah. Penyaluran BLT dan BST ini jauh sekali dari sasaran. Banyak warga yang harus terima itu malah tidak terima. Seperti KK yang sangat miskin. Nama-nama mereka itu sudah ditempelkan di papan pengumuman, tetapi setelah kami cek beda dengan yang ada di lapangan,” ungkapnya kesal sambil meminta supaya namanya dirahasiakan.

Lanjut Sumber itu lagi, “kami semua ada simpan data. Yang ini kami ada simpan foto dari nama-nama yang ditempelkan di papan pengumuman. Sebentar kami kirimkan ke pak ya supaya dicek. Yang kami beri kode merah itu adalah istri dari aparat desa dan yang kami coret biru adalah Tenaga Kontrak Daerah. Sekali lagi ini kami tidak mengada-ada. Kami harus bongkar ke media supaya Bupati Belu, Polri, TNI, dan Media bisa kawal bersama. Itu yang kami tandai adalah keluarga yang menurut pandangan kami sebagai keluarga yang mampu. Yang terima itu salah satunya adalah Ketua TPK Desa Naitimu yang adalah seorang pensiunan PNS . mereka semua tim suksesnya kepala desa yang sekarang. Lalu mereka juga punya motor dan rumah permanen. Ada yang punya usaha tambahan berupa kios.”

  • Bagikan