Menilai Laporan ARAKSI Alat Politik, Bupati TTU dan Isteri Lapor Balik

  • Bagikan
Koran Timor
Foto Pos Kupang. Bupati TTU, Raymundus Fernandes dan Istri, Kristina Muki

KORANTIMOR.COM – KEFAMENANU – Bupati TTU, RSF dan Isterinya, KM menilai laporan dugaan korupsi kasus DAK Pendidikan Tahun Anggaran 2007 senilai Rp 47,5 M dan alat bukti yang diserahkan ARAKSI ke Polda NTT merupakan alat politik untuk memfitnah dan menghina diri mereka.

Foto Pos Kupang.
Bupati TTU, Raymundus Fernandes dan Istri, Kristina Muki

Hal itu disampaikan RSF dan KM melalui pesan Whats App secara terpisah kepada tim media Minggu (17/5/20) pekan ini menanggapi penyerahan alat bukti keterlibatan keduanya oleh Ketua ARAKSI, Alfred Baun ke Polda NTT, pekan lalu.

Swipe up untuk membaca artikel

Menurut Bupati TTU dua periode itu, laporan dan penyerahan alat bukti dari ARAKSI itu merupakan alat politik.

“Semua dijadikan sebagai alat politik untuk meraih cita-cita para pecundang dong,” tulisnya.

RSF mengatakan dirinya senang bila Alfred Baun bisa menyampaikan alat bukti dugaan keterlibatannya dan istri terkait kasus tersebut. “Saya senang kalau dia (Ketua ARAKSI, Alfred Baun, red) bisa sampaikan alat-alat bukti. Kami yang paling tahu soal diri kami. Jadi, semua akan tiba waktunya bagi mereka pemfitnah untuk terima upahnya,” ujarnya.

Baca Juga :  ARAKSI Laporkan Bupati TTU dan Isteri ke Polda NTT Terkait DAK Senilai Rp 47,5 M

Sementara KM yang juga dikonfirmasi melalui pesan WA pada hari yang sama, menanggapi dengan santai penyerahan alat bukti dari ARAKSI terkait keterlibatan dirinya dalam proyek pengaadaan buku dengan nilai sekitar Rp 9,4 M. “Biarkan Araksi beraksi dan biarkan mereka serahkan bukti dengan segala manipulasi dokumen tentang saya,” ucapnya.

  • Bagikan