ARAKSI Desak Polda NTT Periksa Bupati Malaka Terkait Aliran Dana Korupsi Proyek Bawang Merah Rp 3.8 M

  • Bagikan
Koran Timor
Ketua ARAKSI, Alfred Baun

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (ARAKSI) mendesak penyidik Kepolisian Daerah (Polda) NTT yang menangani kasus dugaan korupsi proyek bawang merah senilai Rp 10 Milyar Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Malaka untuk segera memeriksa Bupati Malaka, SBS dan Ketua DPRD Malaka.

Demikian dikatakan Ketua ARAKSI NTT, Alfred Baun kepada wartawan pada Kamis (14/5/20), terkait proses penyidikan aliran dana hasil korupsi sekitar Rp 3,8 M yang belum diungkapkan penyidik Polda NTT dari proyek pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Malaka pada tahun 2018 senilai Rp 10 Milyar.

Swipe up untuk membaca artikel
Ketua ARAKSI, Alfred Baun

Menurut Alfred, ARAKSI ingin agar proses kasus dugaan korupsi pengadaan benih bawang merah tersebut tidak hanya menyentuh orang-orang kecil yang sengaja dilibatkan dalam proyek tersebut sebagai kedok.

“Karena itu, ARAKSI mendesak Penyidik Polda NTT untuk melengkapi berkas tersebut dengan memeriksa Bupati Malaka dan Ketua DPRD Malaka agar dapat mengungkapkan aliran dana korupsi sekitar Rp 3,8 M yang hingga saat ini belum terungkap,“ paparnya.

Proyek bawang merah itu, lanjut Alfred, merupakan bagian dari program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) dari Bupati Malaka. Pembahasan anganggarannya juga dilakukan oleh DPRD Malaka. “Lalu mengapa Bupati dan Ketua DPRD Malaka tidak diperiksa? Ada apa ini?” tandasnya.

Baca Juga :  Aliansi NTT Bergerak Desak Rambu Keleri Emu Klarifikasi Pernyataan "Orang Flores di Zaman FLR Pencuri Makan Ceke Sampai Muntah"

Alfred memaparkan, berdasarkan temuan pemeriksaan BPK NTT terhadap proyek tersebut, terjadi kerugian negara sekitar Rp 4,9 Milyar. Dari jumlah itu, 7 orang tersangka yang telah diperiksa dan ditahan penyidik Polda NTT telah mengaku menerima aliran dana sekitar Rp 1,1 Milyar.

  • Bagikan