Pembangunan Pasar Lili Senilai Rp 5,7 M, Vonis Hakim Abaikan Fakta Persidangan

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Vonis Majelis Hakim Kasus Pembangunan Pasar Lili dengan nilai sekitar Rp 5,7 Milyar di Kelurahan Camplong I, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang di Pengadilan Tipikor Kupang Selasa (28/4/20) pekan lalu, dinilai telah mengabaikan fakta-fakta yang terungkap dalam proses persidangan, antara lain progres fisik di lapangan yang telah jauh melebihi realisasi keuangan dan tidak adanya niat dari para terdakwa untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Pengacara dari terdakwa Bondaylola Ferdinando Sirah (konsultas pengawas, red),  Goerge Deiter Nakmofa, SH, M.Hum

Demikian dikatakan pengacara dari terdakwa Bondaylola Ferdinando Sirah (konsultas pengawas, red),  Goerge Deiter Nakmofa, SH, M.Hum saat dimintai komentarnya oleh Tim Media ini tentang vonis Majelis Hakim kasus tersebut yang tidak mempertimbangkan fakta-fakta yang telah terungkap dalam persidangan.

Swipe up untuk membaca artikel

Menurut Goerge, progres fisik gedung yang menurutnya sudah mencapai sekitar 95 % itu, juga telah dilihat langsung Majelis Hakim yang dalam sidang lapangan. “Fakta tersebut telah diangkat dalam persidangan, namun progres fisik gedung Pasar Lili tersebut tetap diabaikan hanya dengan alasan belum dihitung kembali oleh tim ahli. Padahal progres fisik gedung pasar sudah mencapai sekitar 95 %, sedangkan realisasi keuangannya hanya sekitar 75% dari nilai proyek,” ujarnya.

Baca Juga :  Rp. 750 Juta Uang NTT Fair Dipakai Bayar Proyek Rumah Tahan Gempa di Lombok
Bangunan Pasar Lili Senilai Rp 5,7 M
  • Bagikan