Cegah Penyebaran Covid-19 di NTT Marius Ajak Masyarakat Bantu Pemerintah…!

  • Bagikan
Koran Timor
Juru bicara Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Selasa malam (21/04/2020). Ikut hadir Ike Mauboy, juru bahasa isyarat dari Komunitas Tuli Kupang (KTK).

KORANTIMOR.COMKUPANGJuru bicara percepatana penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si mengajak seluruh masyarakat di Provinsi NTT untuk membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona.

Juru bicara Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Selasa malam (21/04/2020). Ikut hadir Ike Mauboy, juru bahasa isyarat dari Komunitas Tuli Kupang (KTK).

“Kami mau mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT, Bapak Gubernur dan Bapak Wagub dari detik ke detik selalu mengontrol keseluruhan tata kelola penanganan Covid-19 di NTT,” tandas Marius kepada pers di Kupang, Selasa malam (21/04/2020).

Swipe up untuk membaca artikel

Menurut Marius, Gubernur dan Wakil Gubernur selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten/Kota se NTT.

“Beliau berdua selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat baik dengan Bapak Presiden maupun dengan para menteri; berkoordinasi dengan seluruh Bupati di NTT dan Walikota Kupang; dengan TNI/Polri dan semua pihak terkait. Karena itu, mari kita bantu pemerintah. Saya ajak masyarakat mari bantu pemerintah. Mari kita bersama-sama menghadapi penyebaran virus corona ini agar tidak eskalatif di NTT. Bila perlu cukup 1 orang yang positif dan jangan bertambah lagi,” ucap Marius sembari berharap agar masyarakat tetap menjaga kesehatan.

Pada bagian lain, mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT menjelaskan, Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet terbatas baru-baru ini telah memutuskan untuk melarang melakukan mudik. “Kalau sebelumnya larangan itu ditujukan kepada TNI/Polri dan ASN maka sekarang larangan itu berlaku untuk semua,” ujarnya.

Baca Juga :  Relawan EB - RTS Sisir Ibu Hamil dan Guru Honorer Membagikan Sembako dan Susu
  • Bagikan