Marius: Yakinlah ODP dan PDP di NTT Pasti Sembuh !

  • Bagikan
Koran Timor
Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si memberikan keterangan pers di Kupang, Selasa malam (14/04/2020). Didampingi Ike Mauboy, juru bahasa isyarat dari Komunitas Tuli Kupang (KTK).

KORANTIMOR.COMKUPANGJuru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid – 19 yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menegaskan, masyarakat di seluruh NTT; dimanapun berada tidak perlu takut, cemas apalagi panik dengan virus corona. ODP dan PDP dari hari ke hari sembuh.

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si memberikan keterangan pers di Kupang, Selasa malam (14/04/2020). Didampingi Ike Mauboy, juru bahasa isyarat dari Komunitas Tuli Kupang (KTK).

“Kalau kita melihat angka-angka yang telah dibacakan ada kecendrungan bahwa baik Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari hari ke hari sembuh. Walaupun sembuh; kita tetap pantau dan ini menunjukkan bahwa kita tidak perlu terlalu cemas dan kuatir dengan virus corona. Kita punya keyakinan untuk percaya diri bahwa kita mampu melewati masa-masa sulit yang saat ini; tidak hanya dialami di Indonesia tetapi dialami lebih dari 200 negara di dunia,” tandas Marius kepada pers di Kupang, Selasa malam (14/04/2020).

Swipe up untuk membaca artikel

Karena itu sebut Marius, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi (JNS) mengimbau agar masyarakat NTT tetap mematuhi protokol-protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh WHO maupun otoritas pemerintah. “Bapak Gubernur dan Bapak Wagub sekali lagi mengimbau kita semua di seluruh NTT; yang diam di perkotaan ataupun di pedesaan; yang berdiam di pinggir-pinggir pantai; yang berdiam di daerah–daerah perbukitan, pegunungan untuk mematuhi protokol-protokol kesehatan. Ikuti semua dan pedoman; baik yang dikeluarkan oleh organisasi kesehatan dunia WHO maupun oleh pemerintah pusat atau pemerintah provinsi atau juga pemerintah kabupaten/kota seluruh NTT,” pinta mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Baca Juga :  Tangani Corona, Pemprov NTT Potong Enam Bulan Perjalanan Dinas
  • Bagikan