Jakarta yang Umumkan Pasien Positif Covid-19, Masyarakat Jangan Panik

  • Bagikan
Koran Timor
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si sedang menyampaikan keterangan pers di Kupang, Kamis (02/04/2020)

KORANTIMOR.COM – KUPANGGubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan bahwa Pemerintah Pusat yakni Kementerian Kesehatan RI yang dapat mengetahui kondisi pasien positif Corona Virus Disease (Covid)-19. Kemenkes yang mengumumkan soal positif corona atau tidak (negatif, red) berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di Jakarta. Oleh karena itu VBL meminta masyarakat untuk tidak panik.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si sedang menyampaikan keterangan pers di Kupang, Kamis (02/04/2020)

“Kita tetap ambil sampel darahnya untuk diperiksa di Laboratorium di Jakarta. Karena itu, kami mau mengatakan kepada seluruh masyarakat NTT, positifnya seseorang terkena virus Corona akan ditentukan oleh hasil pemeriksaan Lab di Jakarta,” tandas Gubernur VBL melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Kamis (02/04/2020).

Swipe up untuk membaca artikel

Menurut Marius yang juga juru bicara Covid-19 Provinsi NTT, yang akan mengumumkan positif Corona itu bukan juru bicara Pemerintah Provinsi NTT tetapi juru bicara nasional. “Karena Lab itu ada di Jakarta dan biasanya Laboratorium Kementerian Kesehatan itu akan melapor kepada gugus tugas pusat. Jadi mereka yang akan mengumumkan apakah seseorang itu positif atau tidak. Jadi kami meminta seluruh masyarakat NTT untuk tidak panik,” pinta Marius.

Dia menambahkan, “Sekali lagi, Bapak Gubernur mengimbau kita untuk tidak panik. Karena kenyataannya, pasien-pasien sejak tanggal 3 Maret 2020 lalu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga ternyata bisa sembuh. Demikian juga Orang Dalam Pemantauan (ODP) bisa sembuh. Kalau kita ikuti pemberitaan media, pasien yang sudah positif Corona pun, dengan bantuan Tuhan ada yang sembuh. Jadi mari kita menjaga kesehatan kita.”

Baca Juga :  Masa Membludak di Poltekkes, Ada Potensi Klaster Baru Covid-19 
  • Bagikan