Tak Becus Kerja, Balai Jalan Nasional Didesak ‘Boikot’ dan PHK PT.Agogo

  • Bagikan
Koran Timor
Anggota Komisi II (Bidang Pembangunan) DPRD Kabupaten Ende, Baltasar Saiyatua, S.Pd

KORANTIMOR.COMKUPANGPemerintah Pusat melalui Balai Jalan Nasional IX Kupang diminta untuk ‘memboikot’ alias tidak memberikan pekerjaan kepada PT. Agogo Golden Group (AGG) karena dinilai tak mampu dan tak becus serta tak bertanggungjawab terhadap pelaksanaan beberapa proyek di daratan Flores, NTT yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan sehingga merugikan masyarakat.

Anggota Komisi II (Bidang Pembangunan) DPRD Kabupaten Ende, Baltasar Saiyatua, S.Pd

Demikian dikatakan Anggota Komisi II (Bidang Pembangunan) DPRD Kabupaten Ende, Baltasar Saiyatua, S.Pd kepada media ini Kamis (27/3/20) saat dimintai komentarnya melalui telepon selularnya terkait masih diperbolehkannya PT. AGG dalam tender proyek pembangunan jalan di Balai Jalan Nasional IX Kupang dan dimenangkan dalam tender Jalan Nasional Trans Flores, ruas Gako – Aegela dengan nilai sekitar Rp 15,8 Milyar yang diumumkan pada 20 Maret 2020.

Swipe up untuk membaca artikel

“PT. Agogo itu selalu mandeg kerjanya, tidak selesai tepat waktu dan kualitasnya buruk. Karena itu solusinya, tidak boleh diberikan pekerjaan lagi. Harus ‘diboikot’ dalam lelang/tender yang dimenangkannya. Tapi kog masih diikutkan dalam tender dan dimenangkan lagi di proyek yang sama? Ini aneh, ada apa ini?” ujar Baltasar.

Menurut Baltasar, Balai Jalan Nasional IX Kupang dan PPK Jalan Nasional IV, ruas Gako-Aegela harusnya tidak boleh memenangkan PT. Agogo Golden Group dalam lelang/tender Peningkatan Jalan Nasional, ruas Gako-Aegela Rp 15,8 Milyar tahun 2020 karena tidak mampu dan tidak bertanggungjawab untuk menyelesaikan proyek ruas jalan tersebut senilai Rp 18 Milyar pada tahun 2019 yang masih terkatung-katung dan belum diselesaikan hingga saat ini.

Agogo Golden Group, jelas Baltasar, harus bertanggung jawab terhadap kinerjanya yang buruk pada tahun 2019 hingga saat ini. “Selesaikan dulu pekerjaan tahun lalu. Masa dia masih punya tunggakan pekerjaan tahun lalu, tapi pemerintah kasih dia pekerjaan baru lagi. Ini bukan lagi buta mata, tapi juga buta hati,” sindirnya.

Baltasar memaparkan, masyarakat Kabupaten Ende dan masyarakat di daratan Flores pada umumnya telah dirugikan karena mandegnya proyek-proyek yang dikerjakan oleh PT. AGG tersebut. “Harusnya masyarakat sudah menikmati mulusnya jalan tersebut sejak awal tahun tapi PT. Agogo tidak mampu menyelesaikan proyek-proyek tersebut.  Beberapa proyek jalan nasional dan jalan propinsi dari tahun lalu saja mandeg hingga saat ini, kog mau dikasih lagi proyek?” tanya Baltasar.

Baca Juga :  Diduga Lakukan Penghinaan, Oknum Anggota Polres Sikka Dilaporkan ke Polres Ngada
  • Bagikan