Skenario Pemprov NTT Pinjam Rp 900 M Untuk Bangun Jalan Terancam Gagal

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COMKUPANGSkenario Pinjaman Daerah Sekitar Rp 900 Milyar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk membiayai pembangunan jalan dan jembatan Provinsi pada Tahun Anggaran (TA) 2020-2021 bakal amburadul alias terancam gagal karena Bank NTT hanya dapat memberikan pinjaman sekitar Rp 150 M. Sedangkan Bank Mandiri Cabang Kupang memastikan tidak akan bersindikasi dengan Bank NTT untuk membiayai pinjaman tersebut.

Tengah berkemeja putih: Ketua Komisi III DPRD PROV. NTT, Hugo Rehi Kalembu

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI hingga saat ini pun belum memberikan izin kepada Pemprov NTT untuk melakukan pinjaman daerah dan skenario defisit anggaran dalam APBD NTT. Padahal pinjaman daerah tersebut telah dianggarkan dalan APBD NTT TA 2020 (Tahap I Rp 450 M).

Swipe up untuk membaca artikel

Ketua Komisi III DPRD NTT, Hugo Rehi Kalembu yang dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa dalam Rapat Komisi III DPRD NTT pada Kamis (12/3/20), pihak Bank NTT menyatakan hanya dapat memberikan pinjaman sekitar Rp 150 M. “Direktur Kredit Bank NTT mengatakan hanya dapat memberikan pinjaman daerah sekitar Rp 150 M. Itu sesuai dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dampak Virus Corona, Gubernur NTT Tunda Festival Parawisata dan Tutup Semua Destinasi Wisata di NTT

Sedangkan Bank Mandiri yang diharapkan dapat bersindikasi dengan Bank NTT untuk membiayai pinjaman tersebut (sekitar Rp 300 M, red), lanjut Kalembu, menolak ikut serta dalam sindikasi tersebut. “Dalam rapat yang sana, Pimpinan Bank Mandiri Cabang Kupang yang hadir saat itu, juga mengatakan belum ada persetujuan dari pimpinan pusat Bank Mandiri hingga saat ini,” ujar Kalembu.

  • Bagikan