Walau Bayar Pajak, Ambil Material di Luar WIUP Itu Pencurian

  • Bagikan
Koran Timor
Kadis ESDM NTT, Jusuf Adoe, [27/2/2020]

KORANTIMOR.COM – KUPANG “Kami tidak pernah mengeluarkan IUP untuk PT. Agogo Golden Group di Manggarai Timur. Jadi kuari harus ada Izinnya. Kalau tanpa izin, itu pencurian. Itu tindak pidana, sudah menjadi urusan kepolisian. Walaupun si kontraktor membayar galian C, tapi dia mengambil material tanpa IUP-OP atau mengambil material di luar titik koordinat yang diizinkan, maka tetap itu pencurian.”

Kepala Dinas ESDM NTT, Jusuf Adoe, [27/2/2020]

Demikian penyampaian Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jusuf Adoe saat dikonfirmasi tim media di ruang kerjanya [27/2/2020] terkait dugaan tambang ilegal yang dilakukan PT. Agogo Golden Group di Galong, Desa Watupari dan Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.

Swipe up untuk membaca artikel

Terkait hal ini, Kadis ESDM NTT itu memastikan pihaknya akan segera menurunkan Tim untuk memeriksa dugaan penambangan ilegal oleh PT. Agogo Golden Group di Galong, Desa Watupari dan di Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai.

Baca Juga :  Diduga Galian C PT. Bina Citra Teknik Cahaya di Kali Buntal Matim Tidak Mengantongi Izin Resmi

“Dalam waktu dekat ini, kami akan segera kirimkan Tim untuk memeriksa dugaan penambangan ilegal di Manggarai Timur. Ini dalam rangka tugas pengawasan kami,” ujarnya.

Ditemui sebelumnya, Adoe memastikan pihaknya tidak pernah mengeluarkan Izin Usaha Penambangan Operasi Produksi IUP-OP kepada PT. Agogo Golden Group di Kabupaten Manggarai Timur.  “Kami tidak pernah mengeluarkan IUP untuk PT. Agogo di Manggarai Timur. Jadi kuari harus ada Izinnya. Kalau tanpa izin, itu pencurian. Itu tindak pidana, sudah menjadi urusan kepolisian,” ungkapnya.

Adoe menjelaskan, pemegang IUP-OP hanya boleh mengambil material dari lokasi yang berizin sesuai titik koordinat dalam Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). “Walaupun perusahaan yang bersangkutan punya IUP-OP di kabupaten tersebut tapi mengambilan material di luar titik koordinat yang diizinkan, itu merupakan pencurian,” tegasnya.

Sedangkan mengenai pajak galian C, Adoe menjelaskan, dibayarkan kontraktor kepada Pemkab/Pemkot tempat pengambilan material berdasarkan volume yang tertera dalam kontrak kerja. Namun pembayaran pajak galian C tersebut tidak menghilangkan tindak pidana pencurian meterial tambang.

Baca Juga :  Karang Taruna Rana Mbata Perbaiki Jalan Provinsi yang Rusak Parah di Ruas Bealaing-Mukun-Mbazang

“Walaupun kontraktor membayar galian C, tapi dia mengambil material tanpa IUP-OP atau mengambil material di luar titik koordinat yang diizinkan, maka tetap pencurian,” tandas Adoe.

Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas DPM-PTSP NTT, Marsianus Jawa. “Kami akan turunkan Tim ke Manggarai Timur dalam waktu dekat untuk periksa dugaan penambangan ilegal oleh PT. Agogo. Ini dalam rangka kegiatan pengawasan perizinan,” tuturnya.

  • Bagikan