Tak Ada IUP, PT. Agogo Dipastikan Tak Bayar Pajak Galian C

  • Bagikan
Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTT, Aba Muhammad

KORANTIMOR.COM – KUPANGDinas Pertambangan Propinsi NTT memastikan PT. Agogo Golden Group (AGG) tidak memiliki Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP) di Kabupaten Manggarai Timur. Pertambangan Ilegal (Peti) di Galong, Desa Watupari dan di Desa Rana Mbata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur merupakan tindak pidana pencurian galian C karena perusahaan tersebut dipastikan tidak membayar pajak galian C.  Karena itu polisi diminta untuk mengusut tindak pidana pencurian tersebut.

Demikian dikatakan Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTT, Aba Muhammad didampingi 2 orang staf Bidang Mineral dan Batu Bara (Minerba), Yani dan Wily kepada Tim Media di ruang kerjanya, Kamis (13/2/20) sore.

Swipe up untuk membaca artikel
Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTT, Aba Muhammad

Menurut Aba Muhammad dan dua orang stafnya, lokasi tambang/kuari milik PT. Agogo Golden Group di Galong, Desa Watupari dan di Desa Rana Mbata merupakan pertambang ilegal (Peti, red) karena perusahaan tersebut tidak pernah mengajukan ijin galian C di Manggarai Timur ke Pemerintah Provinsi NTT. “Itu tambang ilegal. Kami bilang Peti. Itu yang biasa polisi langsung masuk karena ilegal. PT. Agogo tidak ada ijin Manggarai Timur,” ujar Aba Muhammad.

Karena tidak ada ijin, lanjut Aba, maka PT. AGG tidak bisa membayar pajak galian C. “Kalau bayar maka itu pungli. Itu tidak bisa disetor ke kas daerah. Itu hanya cara mereka untuk melegalkan pencurian galian C. Tidak ada ijin, tidak bisa bayar galian C karena pajak galian C hanya dipungut dari tambang yang punya ijin (IUP OP, red),” tandasnya.

  • Bagikan