“Tambang Galian C Ilegal Harus Jadi Pintu Masuk Usut Dugaan Korupsi PT. AGG”

  • Bagikan
Koran Timor
Meridian Dado, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT (TPDI NTT)

KORANTIMOR.COMSIKKAKegiatan penambangan Material Galian C secara ilegal di Galong, Desa Watu Pari – Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur yang dilakukan oleh PT Agogo Golden Group (AGG) hingga bulan Desember 2019 demi kepentingan Proyek Peningkatan Jalan Propinsi, ruas Bealaing – Mukun – Mbazang tahun anggaran 2019 senilai Rp 14,1 Milyar, seharusnya bisa menjadi pintu masuk yang sangat mudah bagi pihak kepolisian ataupun kejaksaan setempat untuk mengusut kasus dugaan tindak korupsi oleh PT Agogo Golden Group (AGG), baik itu menyangkut indikasi-indikasi tindak pidana korupsi terkait pajak Material Galian C maupun menyangkut Proyek Peningkatan Jalan Propinsi, ruas Bealaing – Mukun – Mbazang tahun anggaran 2019 senilai Rp 14,1 Milyar itu sendiri yang diduga kuat beraroma korupsi sebagaimana telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi NTT oleh Komunitas Wartawan Peduli Pembangunan (Kowappem) NTT pada tanggal 23 Januari 2020.

Meridian Dado, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT (TPDI NTT)

Demikian tanggapan tertulis Meridian Dewanta Dado, SH – Advokat PERADI / Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT / TPDI-NTT yang dikirimkan kepada tim media terkait pekerjaan proyek PT. AGG di Matim dan Ende yang diduga beraroma korupsi pada Senin, 11/2/2020.

Ada 3 proyek pekerjaan jalan yang telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi NTT oleh Komunitas Wartawan Peduli Pembangunan (Kowappem) NTT, yaitu 1 proyek dengan sumber dana APBD NTT dan 2 proyek dengan sumber dana APBN, dimana ketiga proyek itu hingga saat ini belum selesai dikerjakan oleh PT Agogo Golden Group (AGG) dengan total nilai sekitar Rp 48,7 Milyar, yaitu
Proyek Peningkatan Jalan Propinsi, ruas Bealaing – Mukun -Mbazang tahun anggaran 2019 senilai Rp 14,1 Milyar, Proyek Peningkatan Jalan Nasional (Trans Flores), ruas Gako – Aegela tahun anggaran 2019 senilai Rp 18 Milyar dan Proyek Peningkatan Jalan Nasional (Trans Flores), ruas Ende – Detusoko tahun anggaran 2019 senilai Rp 15,7 Milyar.

  • Bagikan