Pemprov NTT Diduga ‘Sunat’ Dana BOS SDLB TA 2019 Sebesar Rp 11,5 M

  • Bagikan
Koran Timor
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Benyamin Lola (3/2/2020)

KORANTIMOR.COMKUPANGPemerintah Propinsi NTT memotong alias ‘menyunat’ dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam Alokasi Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT Tahun 2019 yang dialokasikan untuk Pengadaan Barang dan Jasa Sekolah Luar Biasa (SLB) di NTT sebesar Rp 11,5 Milyar atau sebesar 79,5 persen dari alokasi anggaran dalam APBD Murni Tahun 2019.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Benyamin Lola (3/2/2020)

Berdasarkan APBD Perubahan Tahun 2019 (yang copiannya diperoleh media ini, red), pada APBD Murni Tahun 2019, dialokasikan dana BOS untuk Pengadaan Barang dan Jasa bagi SLB se-NTT sekitar Rp 14,4 Milyar. Namun pada APBD Perubahan, Pemprov NTT ‘menyunat’ dana tersebut sekitar Rp 11,5 Milyar sehingga hanya tersisa Rp 2,9 Milyar dalam APBD Perubahan Tahun 2019.

Swipe up untuk membaca artikel

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Benyamin Lola yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya pekan lalu (3/2/2020) membantah adanya pemotongan alokasi dana BOS tersebut oleh pihaknya. “Setahu saya tidak ada pemotongan itu. Saya tidak tahu kalau ada pemotongan itu karena kami tidak pernah melakukan pemotongan karena dana BOS dialokasikan oleh Pemerintah Pusat dan dihitung berdasarkan jumlah kepala siswa (sesuai Dapodik, red),” ujar Benyamin.

Baca Juga :  Membangun Ekonomi Masyarakat Dengan Menciptakan Industri-Industri Kecil Rumah Tangga

Menurutnya, sesuai aturan tidak boleh ada pemotongan dana BOS oleh pihak manapun karena alokasi dana BOS merupakan Dana DAK yang dialokasikan oleh Pemerintah Pusat. “Kalau ada pemotongan atau pergeseran hanya bisa dilakukan oleh pemerintah pusat. Tapi rasanya tidak mungkin karena kami sendiri tidak tahu,” tegas Benyamin.

  • Bagikan