ARAKSI: “Terkait Korupsi di Kabupaten Malaka, Polda NTT Jangan Menutupi Tersangka”

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COMKUPANGDugaan korupsi  proyek lampu sehen dan pengadaan bawang merah serta pembangunan Rumah Jabatan Bupati Malaka telah dilaporkan Aliansi Rakyat Anti Korupsi [ARAKSI] ke KEJATI NTT dan KPK serta Polda NTT. Terkait ini ARAKSI mengharapkan KEJATI segera memeriksa lanjut para saksi terkait dan KPK diharapkan segera turun melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan. Polda NTT juga diminta agar tidak menutup-nutupi para tersangka tetapi segera menginformasikannya ke publik.

Ketua ARAKSI Alfred Baun Saat Jumpa Pers di Resto Palapa [25/1/2020]
Demikian penyampaian Ketua  ARAKSI, Alfred Baun, saat jumpa pers di Palapa Resto, Kota Kupang [Sabtu, 26/1/2020].

Swipe up untuk membaca artikel

Alfred gamlang menguraikan korupsi di Kabupaten Malaka sudah menggurita dan sudah menjadi  perhatian ARAKSI sejak tahun 2018 dan 2019 hingga 2020 ini. Terkait ini  Ia berharap laporan mereka terkait adanya korupsi di Kabupaten Malaka secepatnya bisa ditetapkan para tersangka dan diinformasikan ke publik; baik itu dari KEJATI maupun Polda NTT dan KPK karena ARAKSI telah melaporkan kasus-kasus korupsi ke tiga lembaga tersebut.

Baca Juga :  Ketua Arakasi : Aneh, Kasus Korupsi Bawang Merah ‘Nyangkut’ di Kejati NTT, 9 Tersangka Dibebaskan

Di KEJATI ARAKSI telah melaporkan kasus dugaan korupsi pengadaan Lampu Sehen dengan dugaan kerugian negara mencapai ± Rp. 4,2 M dari total anggaran Rp. 7,6 M. Itu dihitung berdasarkan berubahnya spek yang ditetapkan dalam DPA yang nilainya besar. Tetapi justru faktanya di lapangan harga lampu dipilih terlalu kecil dan murah. Lebih parahnya lagi pertanggungjawabannya tetap pakai DPA.

  • Bagikan