Kuasa Hukum Yohanes Limau: “Penggusuran Rumah Warga Manulai II Ilegal”

  • Bagikan
Koran Timor
Nampak Excavator Sedang Bersiap Mengeksekusi Rumah Salah Seorang Warga Manulai II

KORANTIMOR.COMKUPANGTangisan air mata warga Manulai II-Kota Kupang, korban penggusuran oleh Pemerintah Provinsi NTT pecah ketika excavator yang dipakai Pemerintah Provinsi mulai menghancurkan [menggusur] rumah mereka dalam penggusuran yang dilaksanakan pada Jumat, 17/1/2020. Terkait hal ini kuasa hukum Yohanes Limau, Bianto tegaskan Tindakan Eksekusi tersebut ilegal.

Dua orang Polwan Sedang Menghibur Ibu Yang Rumahnya Sedang Digusur

Penegasan Bianto tersebut disampaikan saat berlangsungnya proses penggusuran rumah warga. Pasalnya menurut Kuasa Hukum Yohanes Limau itu, status perkara Gugatan Yohanes Limau melawan Fenun Bersaudara masih berjalan dan belum ada putusan final [artinya masih quo]. Lalu yang berhak mengeksekusi [penggusuran] seharusnya Pengadilan Negeri Provinsi NTT selaku pemegang hak eksekusi. Yang ada justru Satpol PP dan polisi serta tentara.

Swipe up untuk membaca artikel

“Kewenangan eksekusi ada ditangan pengadilan, siapa mereka [satpol PP]? Apa kapasitas mereka? Masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan tetapi tidak menemukan titik temu. Oleh karena itu kami pergi ke pihak ketiga yakni Pengadilan, lembaga yang disiapkan oleh negara untuk mencari keadilan. Dengan adanya putusan pengadilan, siapapun yang berhak, ok kami hormati putusan itu. Tetapi mereka mengeksekusi rumah warga tanpa kejelasan putusan dari pengadilan. Oleh karena itu saya katakan itu ilegal pak! Ilegal!” Ujar Bianto.

Baca Juga :  JOIN NTT Mengapresiasi Kerja Kapolresta Kupang Tangkap Penganiaya Wartawan Fabi Latuan
Nampak Excavator Sedang Bersiap Mengeksekusi Rumah Salah Seorang Warga Manulai II
  • Bagikan