Waduh,…Kontraktor Bokong Lelogama Tak Punya Ijin Amdal dan Galian C

  • Bagikan
Koran Timor
Kepala Dinas PUPR NTT, Ir. Maxi Nenabu

KORANTIMOR.COMKUPANGPara kontraktor pelaksana proyek peningkatan Jalan Bokong-Lelogama juga diduga tidak memiliki Ijin Amdal (Analisa Dampak Lingkungan) dan galian C. Padahal ijin Amdal dan Galian C merupakan syarat penandatanganan kontrak
proyek senilai 175 Milyar tersebut.

Kepala Dinas PUPR NTT, Ir. Maxi Nenabu

Anehnya, sudah tak memiliki kedua ijin tersebut, tetapi 4 kontraktor Jalan Bokong-Lelogama bisa memenangkan tender proyek tersebut dan menandatangani kontrak dengan Dinas PUPR NTT.

Swipe up untuk membaca artikel

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun Tim Investigasi Citra Nusa Online.Com, diketahui para kontraktor Jalan Bokong-Lelogama yakni PT. Nusa Jaya Abadi (kontraktor segmen 1) dengan nilai kontrak sekitar Rp 35,4 M, PT. Surya Agung Kencana (kontraktor segmen 2) dengan nilai kontrak sekitar Rp 37,8 M, PT. Bumi Permai Nusantara (kontraktor segmen 3) dengan nilai kontrak sekitar Rp 46,7 M, dan PT. Berlian Aseal’s Murni (kontraktor segmen 4) dengan nilai kontrak sekitar Rp 48,3 Milyar, tidak memiliki Ijin Amdal dan Galian C.

Baca Juga :  Dinas ESDEM NTT Harus Segera Hentikan Tambang Ilegal PT. Agogo Golden Group

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT, Ir. Maksi Nenabu, MT yang dikonfirmasi Tim Wartawan di ruang kerjanya, Selasa (11/12/19) pekan lalu mengatakan pihaknya tidak mempersoalkan kepemilikan ijin Amdal dan Galian C dari para kontraktor Bokong-Lelogama.

“Nah itu harus tanya lagi di BPBJ (Biro Pengadaan Barang dan Jasa, red). Tapi prinsipnya kita tidak mempersoalkan itu. Kalau targetnya begitu pembangunan itu tidak akan jadi.” Respons Nenabu.

  • Bagikan