Gagal Selesai Jalan Bokong-Lelogama, Gubernur Laiskodat Istimewakan Kontraktor

  • Bagikan
Kepala Dinas PUPR NTT, Ir. Maxi Nenabu

KORANTIMOR.COMKUPANGKontraktor telah gagal menyelesaikan pekerjaan Jalan Bokong-Lelogama senilai Rp 175 Milyar, namun Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat masih memberikan perlakuan istimewa dengan meluncurkan anggaran proyek yang gagal diselesaikan tersebut ke Tahun Anggaran (TA) 2020.

Kepala Dinas PUPR NTT, Ir. Maxi Nenabu

 

Swipe up untuk membaca artikel

Salah seorang narasumber informasi di Dinas PUPR NTT mengungkapkan perlakuan khusus itu diberikan Gubernur Viktor Laiskodat saat memantau progress proyek Jalan Bokong-Lelogama pekan lalu.

“Para kontraktor dapat perlakuan istimewa dari Gubernur.  Mereka sudah dapat addendum waktu 35 hari hingga tanggal 10 Desember 2019 dan mereka tak mampu selesaikan pekerjaan. Tapi dapat luncuran dana.” Ungkapnya.

Ia mengungkapkan, perlakuan khusus itu sudah diberikan oleh Gubernur Laiskodat sejak awal.

“Saat kunjungan pertama ke Jalan Bokong-Lelogama, Gubernur sampai nginap di Lelogama. Minggu lalu Pak Gubernur juga masih turun ke lokasi.  Apakah ada proyek lain yang diperhatikan seperti itu?” Katanya.

Menurutnya, deviasi progress fisik saat ini masih tinggi hingga sekitar 30 persen. “Bahkan progres pada segmen 1 dan 2 masih rendah tapi tidak di lakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja, red).  Tak ada alasan for major (di luar kendali/bencana) untuk meluncurkan anggaran proyek tersebut ke TA 2020.  Apa alasan sehingga para kontraktor tidak di PHK. Ada apa ini?” Ungkap Sumber yang tak asing di Dinas PUPR NTT.

  • Bagikan