Yulia Laiskodat: “Literasi Itu Fondasi Pembangunan di Daerah”

  • Bagikan
Koran Timor

KORAN TIMOR.COMKUPANG“Sejak saya menjabat sebagai Bunda Literasi NTT, kita baru memiliki 2 Kabupaten literasi yakni Kabupaten Ngada dan Lembata. Sisa 20 Kabupaten/Kota lain belum diliterasikan seturut program Perpustakaan Nasional tentang Literasi. Sedangkan untuk tahun 2020, Program Literasi Daerah NTT sudah dipersiapkan oleh Badan Perpustakaan Nasional.”

Bunda Baca NTT, Yulia Laiskodat Saat Kegiatan Kemah Literasi NTT 2019 di Oenesu, Kupang Barat-Kabupaten Kupang (25/11/2019)

 

Swipe up untuk membaca artikel

Demikian papar Bunda Baca NTT, Yulia Laiskodat pada kesempatan wawancara dengan media disela Kegiatan Kemah Literasi Provinsi Nusa Tenggara Timur 2019 di lokasi Bumi Perkemahan Kelurahan Oenesu-Kupang Barat-Kabupaten Kupang [25/11/2019].

Kegiatan tersebut mengusung tema: “Literasi Sebagai Kecakapan Abad XXI” itu dihadiri 150 orang peserta yang terdiri dari para pengelolah TBM, komunitas baca dan para aktifis literasi di provinsi NTT. Selain itu ada pegiat literasi sekolah dan masyarakat serta mahasiswa PLS atau mahasiswa DIKMAS dari UNDANA dan masyarakat umum.

Tema tersebut didalami melalui beberapa materi kegiatan antara lain; Lokakarya dan Diskusi Sarasehan serta bedah buku dan produk seni budaya. Ditambah pentas seni dan api unggun.

Baca Juga :  Masalah dan Solusi Pendidikan di Indonesia Pasca Pengumuman Kabinet Kerja Indonesia Maju Jilid II

Bunda Baca Yulia Laiskodat lebih lanjut membeberkan bahwa Badan Perpustakaan Nasional akan membina mereka terkait program tersebut, khususnya fokus per tahun 5 Kabupaten sehingga di dalam 4 tahun kedepan 22 Kabupaten/Kota di NTT terliterasikan. Sesudah itu baru NTT bisa mendeklarasikan diri sebagai Provinsi Literasi.

  • Bagikan