Frans Leburaya Banyak Katakan ‘Tidak Pernah’ dan ‘Tidak Tahu Di Sidang NTT Fair

  • Bagikan
Koran Timor
Mantan Gubernur NTT, Drs. Frans Leburaya saat memberi keterangan sebagai saksi dalam sidang NTT Fair 2018 di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (11/11/2019)

Koran Timor.Com – Kupang – Hadir sebagai saksi di sidang lanjutan kasus korupsi Proyek Pembangunan NTT Fair dengan Terdakwa YA, mantan Gubernur NTT, Drs. Frans Leburaya lebih banyak menjawab pertanyaan Hakim dan JPU serta Pengacara Terdakwa dengan kalimat ‘tidak pernah’ dan ‘tidak tahu.’

Demikian fakta dari lanjutan sidang kasus korupsi NTT Fair pada Senin, 11 November 2019 di Kantor Pengadilan Tipikor Kupang. Sidang tersebut digelar dengan agenda mendengar keterangan saksi untuk terdakwa YA, mantan Kadis PUPR Provinsi NTT terkait korupsi proyek pembangunan NTT Fair.

Swipe up untuk membaca artikel

Sidang dipimpin Hakim Ketua Dju Johnson Mira Mangi dan didampingi Ari Prabowo serta Ali Muhtarom sebagai hakim anggota dan tim JPU terdiri dari Hendrik Tiip SH, Hendrik Franklin dan Emerensiana Djemahat serta Pengacara Terdakwa YA, Rusdinur, SH, MH.

Dari pantauan media, Frans Leburaya di hadapan Majelis Hakim Tipikor Kupang dan JPU serta Pengacara terdakwa mengatakan tidak pernah menerima titipan ‘amplop’ dari YA.

Baca Juga :  AMMAN FLOBAMORA dan KOMPAK Indonesia Desak Kejati NTT Tahan Dirut Bank NTT Terkait Kasus MTN Rp 50 Milyar

Jawaban Frans ini terkait dengan hasil keterangan saksi Bobi [staf Kantor Dinas PUPR yang saat itu adalah staf dari YA] dan Aryanto [mantan Ajudan Frans Leburaya] dipersidangan sebelumnya. Bobi sebelumnya membeberkan disuruh oleh YA mengantarkan titipan amplop berisi uang ke Frans Leburaya melalui ajudannya bernama Bobi.

Frans juga menegaskan tidak pernah menyampaikan kepada YA untuk meminta potongan fee 5% dari kontraktor proyek NTT Fair. Ia juga tidak pernah minta feenya dinaikan lagi menjadi 6% saat peletakan batu pertama proyek NTT Fair tanggal 7 Mei 2018.

  • Bagikan