Yonif Raider 142/KJ Kenalkan Pilar Batas Negara Kepada Kaum Muda

  • Bagikan
Koran Timor

Belu, KoranTimor.com – Personil Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Pos Fatubesi Atas memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai Pilar Batas Negara (PBN) yang berada di Dusun Lookeu, Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL sebagai kekuatan utama pertahanan Negara dalam mempertahankan keutuhan wilayah NKRI.

Hal ini disampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M. di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Atambua NTT (29/10/2019).

Swipe up untuk membaca artikel

Diungkapkan Dansatgas, selain melaksanakan tugas pokok menjaga perbatasan antara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), mereka juga mencoba mengenalkan karakteristik dan posisi Pilar Batas Negara (PBN) kepada generasi muda penerus Bangsa. Hal itu dikarenakan Rakyat sebagai kekuatan utama pertahanan Negara dalam mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. Selain itu, tentunya apa yang dilakukan sesuai dengan perjanjian-perjanjian yang telah disepakati kedua Negara.

Patroli batas RI-RDTL

Kegiatan ini dipimpin oleh Wadanpos Fatubesi Atas, Serda Ryan Nur. Patroli patok ini pun sesuai dengan SOP personel patroli patok berjumlah 7 orang yang terdiri atas Pok Pam Depan dua orang, Danpat, Tayanrad, Pok Penyergap dua orang dan satu orang sebagai Pam Belakang.

Baca Juga :  Dinas P&K NTT Telah Mendata Kerusakan Sekolah Akibat Badai Siklon Seroja

Letkol Inf Ikhsanudin menjelaskan bahwa sebagaimana diketahui bersama, gencarnya pemberitaan akhir-akhir ini tentang hilangnya beberapa Pilar Batas Negara (PBN) di wilayah Nusa Tenggara Timur yang dipublikasikan oleh beberapa media, baik media elektronik maupun media cetak merupakan akibat yang ditimbulkan dari faktor alam. “Sebagai contoh Pilar Patas Negara tersebut hilang karena disebabkan tergerusnya dinding sungai akibat air sungai meluap pada saat musim hujan, sehingga Pilar tersebut roboh dan tertutup lumpur yang terbawa arus sungai,” ungkapnya.

  • Bagikan