Simon Nahak: Sudah Waktunya Kita Menjadi Pemain Bukan Lagi Penonton

  • Bagikan
Koran Timor
Dr. Simon Nahak, SH, MH

MALAKA, KoranTimor.com –Pampilannya sederhana, tutur katanya lembut dan Ia sangat perhatian, terutama kepada rakyat kecil. Siap kembali ke daerah kelahirannya, bersama masyarakat berjuang menuju pilkada Malaka 2020.

Sang Doktor anak petani tembakau dan tenun ikat. Dialah Dr. Simon Nahak, SH, MH, dari Kampung Weulun, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Swipe up untuk membaca artikel

Simon Nahak, begitulah biasa disapa. 30 tahun melanglang buana di Pulau Dewata, Bali, mulai dari menimba ilmu hingga berkarya sebagai akademisi dan praktisi. Berbagai prestasi telah ia raih yang membuat hidupnya mandiri dan sukses.

Kini ia terpanggil untuk mengabdi bagi tanah kelahirannya Kabupaten Malaka. Niat kembali ke Malaka yang diinginkan adalah memperjuangkan kepentingan rakyat yang dimana selama ini sering dikebiri lewat praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

Dalam kesehariannya, Doktor jebolan Universitas Brawijaya Malang ini banyak membantu mahasiswa asal NTT di Bali yang mengalami kesulitan, termasuk memberi beasiswa kepada mereka yang membutuhkan.

Baca Juga :  Jangan Dipolitisir : Kesehatan Gratis Adalah Program Wajib Pemda

Selain sebagai Lawyer, Simon juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Hukum, Universitas Warmadewa Bali.

Simon Nahak yang merupakan anak sulung dari 8 bersaudara, buah cinta pasangan bapak Marselinus Taek dan mama Bernadeta Hoar. Ia lahir di Weulun tanggal 13 Juni 1964 dan menamatkan SD di Desa Weoe tahun 1977.

Ia kemudian menamatkan sekolah menengah pertama di SMP St. Fransicus Xaverius Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada tahun 1984, dan sempat bersekolah di SMAK Giovanni Kupang selama 6 bulan.

  • Bagikan