Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

OJK NTT: Asuransi Jiwa, Produk IKNB Paling Banyak Dikeluhkan Selama Tahun 2019

0 65

KORANTIMOR.COM – KUPANGOJK NTT mencatat; selain sektor Kembaga Keuangan Bank, Institusi Keuangan Non Bank [IKNB] merupakan salah satu sektor lembaga keuangan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat konsumen selama tahun 2019 dengan jumlah 30 laporan atau sebesar 48%. Salah satu diantaranya yaitu Asuransi Jiwa.

Hal ini disampaikan Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Dony Prasetyo, Kasubag Pengawasan Bank, Suryanto Nur Hidayat dan Kasubag Pengawasan IKNB dan Pasar Modal, Muhamad Helmi Yahya melalui rilis presentasi laporan Kinerja OJK NTT pada Kegiatan “Baomong Deng Media” di Restoran Taman Laut Handayani Kupang, Jumat (31/1/2020) sore. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala OJK Provinsi NTT, Robert Sianipar dan 22 wartawan dari berbagai media baik cetak maupun eletronik dan online.

Berdasarkan informasi dan pengaduan tertulis yang diterima OJK NTT, posisi Januari – Desember 2019, ada 5 (lima) jenis produk IKNB yang paling banyak dikeluhkan dan dilaporkan yaitu ASURANSI JIWA, KREDIT KENDARAAN BERMOTOR, ASURANSI KESEHATAN, ASURANSI UMUM DAN ASURANSI SOSIAL.

Diantara semuanya, Asuransi Jiwa mendominasi kategori jenis produk IKNB yang paling banyak dikeluhkan oleh konsumen/masyarakat dengan jumlah 17 layanan atau sebesar 55%, diikuti Kredit Kendaraan Bermotor sebanyak 11 layanan atau sebesar 36%, Asuransi Kesehatan, Asuransi Umum dan Asuransi Sosial sebanyak 1 layanan atau rata-rata sebesar 4%.

Sementara itu terkait permasalahan INBK, Kasubag Pengawasan IKNB dan Pasar Modal OJK NTT, Muhamad Helmi Yahya menguraikan bahwa berdasarkan jenis masalah yang disampaikan secara tertulis oleh konsumen/masyarakat posisi Januari – Desember 2019 kepada OJK NTT, ada 4 (empat) jenis permasalahan IKNB yakni Kesulitan Melakukan Klaim Asuransi sebanyak 19 layanan atau sebesar 61%, diikui dengan Eksekusi Objek Pembiayaan sebanyak 7 layanan atau sebesar 23%, Ketidaksesuaian Data SLIK sebanyak 4 layanan atau sebesar 13% dan Ketidaksesuaian Fasilitas dengan Iuran sebanyak 1 layanan atau sebesar 3%.

Lebih lanjut disebutkan bahwa dari data OJK NTT tahun 2019, Institusi Keuangan Non Bank  yang paling dominan dikeluhkan dan disampaikan secara tertulis oleh konsumen/masyarakat ada 4 (empat) yakni PT AJB Bumiputera sebanyak 14 layanan atau sebesar 64%, diikui dengan PT Adira Finance KC Kupang sebanyak 4 layanan atau 18%, PT Indomobil Finance dan PT Sinarmas Multifinance sebanyak 2 layanan atau sebesar 9%.

Terkait kegiatan ‘Baomong Deng Media’ Kepala OJK NTT, Robert Sianipar,  berterima kasih kepada  media telah mendukung OJK melalui berbagai pemberitaan terkait program dan kebijakan serta kinerja LJK di Provinsi NTT tahun 2019.
“Hubungan komunikasi dan silahturahmi baik antara OJK dengan kalangan media, perlu terus dijaga dan ditingkatkan ditahun 2020 ini. Pemberitaan media terkait kegiatan OJK serta lembaga jasa keuangan (OJK) diharapkan ikut mendorong inklusi keuangan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” Tandas Sianipar. [kt]
Comments
Loading...