Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

PEMBUATAN DAN PENGUNAAN ASAP CAIR GRADE 3 (Yeremias M. Pell)

0 130

Asap cair (liquid smoke) merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa-senyawa lain.

Yeremias M. Pell, ST, M.Eng (Dosen Program Studi Teknik Mesin Fakultas FST UNDANA Kupang)

Bahan-bahan tersebut antara lain limbah pertanian seperti tempurung kelapa, kayu, bonggol kelapa sawit, serbuk penggergajian kayu, sekam padi dan lain-lain.

Pertanyaan sederhana adalah bagaimana proses asap berubah menjadi cair?

Untuk mendapatkan asap cair ini maka dilakukan proses pembakaran bahan baku dalam sebuah tangki tertutup yang diistilahkan dengan pirolisis. Proses pirolisis ini harus terkontrol sehingga dapat menghasilkan asap yang mengembun menjadi cairan.

Pirolisis merupakan proses reaksi penguraian senyawa-senyawa penyusun kayu keras menjadi beberapa senyawa organik melalui reaksi pembakaran kering atau pembakaran miskin oksigen.

Reaksi ini berlangsung pada reakor pirolisator yang bekerja pada temperatur 300-650oC dan tekanan 3-10 atm selama kurang lebih 8 jam pembakaran.

Proses yang kelihatan sederhana ini ternyata melibatkan berbagai proses reaksi yaitu dekomposisi atau penguraian bahan baku, oksidasi, polimerisasi dan diakhiri dengan kondensasi atau pengembunan.

Jadi asap yang semula merupakan partikel padat, dalam keadaan panas, didinginkan dan kemudian menjadi cair sebagai akibat dari pengembunan, itulah proses perubahannya dan disebut dengan nama asap cair.

Terdapat 3 jenis asap cair sesuai tingkatannya, yaitu asap cair grade 3 yang merupakan grade terendah, asap cair grade 2 atau grade sedang atau menengah dan asap cair grade 1 atau grade teratas.

Dalam tulisan kali ini, dibahas tentang proses pembuatan asap cair dengan cara yang sederhana dan contoh penggunaan asap cair grade 3.

Asap cair yang diperoleh dari tahap pirolisis atau grade 3 ini masih mengandung tinggi tar dan benzonpiren dan berwarna coklat pekat. Cocok untuk pengolahan karet penghilang bau dan pengawet kayu agar tahan terhadap rayap (http://lordbroken.wordpress.com/2010/01/14/asap-cair-pengawet-makanan/, 2012-05-02.

Pembuatan Intalasi Asap Cair

Gambar Instalasi Pembuatan Asap Cair (Hasil desain)

a. Alat dan bahan pembuatan asap cair
1. Drum statis untuk pirolisis
2. Wajan besar sebagai kondensator
3. Corong berbahan plat baja 0,9 mm
4. Pipa
5. Tungku dari besi
6. Batu bata
7. Tempurung kelapa
8. Peralatan pendukung lain

b. Proses pembuatan asap cair
1. Pembuatan instalasi pembuatan asap cair sesuai gambar di atas.
2. Memasukkan tempurung kelapa 10 kg ke dalam drum pirolisis
3. Memasang wajan besar pada tutup/mulut drum dan ditutup sekelilingnya dengan perekat alam supaya tidak ada kebocoran
4. Membuat anglo dari batu bata di sekeliling drum untuk mengurangi kehiangan panas
5. Letakkan wadah penampung asap cair tepat di bawah pipa penyalur
6. Nyalakan api pada tungkunya
7. Mengukur temperatur pirolisis dan mempertahankan pada posisi maksimal 4000C
8. Menggantikan air pendingin pada kondensator jika sudah panas.
9. Menampung asap cair pada tempat yang sudah disiapkan.

c. Contoh penggunaan asap cair grade 3
1. Siapkan kayu balok sebagai contoh penggunaan asap cair grade 3
2. Larutkan asap cair grade 3, 1 cc ke dalam 300 ml air
3. Oleskan atau semprotkan larutan tersebut pada balok
4. Biarkan mengering pada suhu kamar
5. Kayu dibiarkan di tanah selama 1 minggu
6. Melakukan pengamatan terhadap kayu setiap hari

Pembahasan:

Kapasitas maksimum drum statis yaitu 50 kg tempurung kelapa. Namun dalam tulisan ini, kapasitas yang sudah dicoba yaitu 5 kg, dimana dengan memasukan tempurung kelapa sebanyak 5 kg tersebut.

Dalam waktu 30 menit pertama ternyata asap cair sudah mengalir ke luar melalui pipa penyalurnya. Saat asap cair keluar diukur temperatur asap cair yang keluar yaitu sekitar 800C. Warna asap cair yang dihasilkan yaitu dimulai dengan warna coklat transparan. Kondisi warna ini berlangsung selama 1 jam pertama.

Dengan bertambahnya waktu pirolisis, warna asap cair yang keluar melalui pipa penyalur berubah menjadi coklat pekat. Dan volume asap cair yang keluar semakin kecil atau berkurang. Dan setelah 5 jam proses pirolisisnya diperoleh volume asap cair yaitu 1,5 liter.

Berkurangnya volume asap cair setelah 1 jam pertama disebabkan karena tempurung kelapa di dalam drum pirolisis sudah menjadi arang sehingga asap atau kandungan volatil yang dilepaskan pun menjadi berkurang.

Uji coba penggunaan asap cair grade 3 pada balok memberi penjelasan bahwa selama 1 minggu balok yang sudah disemprotkan dengan asap cair grade 3 dan dibiarkan di tanah, tidak ditemukan adanya rayap ataupun semut yang menempel atau bersembunyi dibawah balok tersebut.

Ini sudah membuktikan bahwa asap cair yang dihasilkan dari instalasi di atas, sudah bisa digunakan paling tidak untuk pengawetan balok kayu. Ada banyak model instalasi pembuatan asap cair salah satu seperti yang penulis lakukan ini.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi pembaca.

Referensi :
1. Haji, A.G., Mas’ud, Z.A., Lay, B.W., Sutjahjo, S.H., Pari,G., Karakterisasi asap cair hasil pirolisis sampah organik padat (characterization of liquid smoke pyrolyzed from solid organic waste), J. Tek. Ind Pert. Vol. 16(3), 111-118,2007
2. https://dosenpertanian.com/asap-cair/, 11 des 2019, Asap Cair.
3. http://lordbroken.wordpress.com/2010/01/14/asap-cair-pengawet-makanan/, 2012-05-02, 12.26 wita, Fungsi Destilasi dan Penyaringan Asap Cair dengan Zeolit dan Karbon Aktif sebagai Alternatif Penganti Bahan Pengawet yang Aman dan Efektif untuk Makanan.
4. Yeremias M. Pell dan Pius D Ola, 2012, Laporan Pengabdian Produksi Asap Cair Tempurung Kelapa, Undana.

 

Comments
Loading...