Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Yulia Laiskodat: “Literasi Itu Fondasi Pembangunan di Daerah”

0 178

KORAN TIMOR.COMKUPANG“Sejak saya menjabat sebagai Bunda Literasi NTT, kita baru memiliki 2 Kabupaten literasi yakni Kabupaten Ngada dan Lembata. Sisa 20 Kabupaten/Kota lain belum diliterasikan seturut program Perpustakaan Nasional tentang Literasi. Sedangkan untuk tahun 2020, Program Literasi Daerah NTT sudah dipersiapkan oleh Badan Perpustakaan Nasional.”

Bunda Baca NTT, Yulia Laiskodat Saat Kegiatan Kemah Literasi NTT 2019 di Oenesu, Kupang Barat-Kabupaten Kupang (25/11/2019)

 

Demikian papar Bunda Baca NTT, Yulia Laiskodat pada kesempatan wawancara dengan media disela Kegiatan Kemah Literasi Provinsi Nusa Tenggara Timur 2019 di lokasi Bumi Perkemahan Kelurahan Oenesu-Kupang Barat-Kabupaten Kupang [25/11/2019].

Kegiatan tersebut mengusung tema: “Literasi Sebagai Kecakapan Abad XXI” itu dihadiri 150 orang peserta yang terdiri dari para pengelolah TBM, komunitas baca dan para aktifis literasi di provinsi NTT. Selain itu ada pegiat literasi sekolah dan masyarakat serta mahasiswa PLS atau mahasiswa DIKMAS dari UNDANA dan masyarakat umum.

Tema tersebut didalami melalui beberapa materi kegiatan antara lain; Lokakarya dan Diskusi Sarasehan serta bedah buku dan produk seni budaya. Ditambah pentas seni dan api unggun.

Bunda Baca Yulia Laiskodat lebih lanjut membeberkan bahwa Badan Perpustakaan Nasional akan membina mereka terkait program tersebut, khususnya fokus per tahun 5 Kabupaten sehingga di dalam 4 tahun kedepan 22 Kabupaten/Kota di NTT terliterasikan. Sesudah itu baru NTT bisa mendeklarasikan diri sebagai Provinsi Literasi.

“Saya tidak mau selama perjalanan 4 tahun kedepan program literasi kita hanya stempel saja. Oleh karena itu kami Pemerintah dibantu forum-forum TBM sebagai “kaki-tangan” pemerintah untuk selain mendistribusikan buku kepada msyarakat juga memastikan bahwa masyarakat membaca buku-buku tersebut.” Tandas Yulia.

Lebih lanjut Bunda Baca NTT menegaskan bahwa sudah waktunya bagi pemerintah maupun swasta serta organisasi-organisasi non pemerintahan bergandengan tangan untuk pengembangan literasi di NTT. Pemerintah dan swasta tidak bisa berjalan sendiri-sendiri untuk mengembangkan literasi kepada masyarakat.

Yulia Laiskodat juga berharap bahwa melalui program-program literasi yang akan wujudkan, NTT tidak hanya menjadi propinsi literasi dalam 4 tahun kedepan, tetapi memiliki sumber daya manusia yang baik.

MenurutNya alam NTT sangat kaya dan sebenarnya kita tidak miskin. Hanya saja masih “miskin” dalam hal sumber daya manusia. Oleh karena itu literasi bagi saya menjadi fondasi pembangunan di Daerah.

Literasi yang dimaksud berlaku bagi semua Kabupaten/Kota tanpa prioritas daerah mana karena semua Kabupaten Kota di NTT memiliki fasilitas dan perlakuan yang sama.

Untuk 20 Kabupaten Kota yang belum mulai, kita akan bersafari bertemu mereka di masing-masing Kabupatennya. [mas/kus]

Comments
Loading...