Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Viktor Laiskodat: “Terkait Air, Saya Usulkan Ada Menteri Yang Khusus Urus Air”

0 399

KORANTIMOR.COMKUPANG“NTT belum butuh jembatan tapi butuh teknologi pengendalian air untuk dimanfaatkan masyarakat. Hemat saya di dunia tidak ada orang yang bisa membangun jika tidak ada beberapa unsur penting seperti; udara dan air serta listrik. Tidak ada udara tidak ada makluk hidup dan tidak ada air semua makluk termasuk manusia mati. Air sangat vital dan penting. Oleh karena itu saya usulkan terkait air, Indonesia harus punya menteri air yang khusus urus air.”

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Bersama Wakil Menteri PUPR RI, John Wempi Wetipo, SH, MH Saat Pembukaan Pertemuan Ilmiah Tahunan HATHI ke-36 (21/11/2019)

 

Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat [VBL] dimomentum sambutanya saat pembukaan Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia [HATHI] ke XXXVI di Aula Politeknik Negeri Kupang [21/11/2019].

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Menteri PUPR RI,John Wempi Wetipo, SH,MH dan 800 orang peserta. Jumlah ini terdiri dari para staf Kementerian PUPR RI dan Dinas PUPR Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT, konsultan, kontraktor dan beberapa asosiasi pekerja.

Peserta merupakan tamu undangan dari dalam negeri dan luar negeri yang rata-rata adalah insinyur ahli dibidang hidrolik dan sumber daya air serta pemerhati dan pelaksana sumber daya air. Mereka adalah anggota HATHI yang berjumlah 7.136 orang.

Pertemuan tersebut mengusung tema: “Pengelolaan Sumber Daya Air pada Daerah Semi Kering Kepulauan; Hambatan, Tantangan dan Peluang.”

Terkait air, VBL menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang sudah memberi perhatian serius untuk NTT. Khususnya melalui pembangunan bendungan-bendungan besar di NTT.

Saya yakin NTT kedepan, lanjut VBL,  akan menjadi yang terbaik di Indonesia. Mengapa demikian, karena NTT memiliki potensi luar biasa.

Hanya saja orang-orang NTT belum tertarik untuk jadi kaya.

“Bagaimana mau kaya sementara masyarakat mengeluh terus tidak ada air. Bulan Mei sampai November kami di NTT kesulitan air. Desember hingga April kami punya air karena saat-saat itu hujan.” Jelas VBL.

Saya selalu katakan dimana-mana, Lanjut VBL, khususnya kepada Kadis PUPR NTT dan termasuk kepada menteri PUPR bahwa NTT belum butuh jembatan. NTT saat ini lebih butuh teknologi pengendalian air yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Sebab didunia tidak ada orang yang bisa membangun jika tidak ada beberapa unsur penting seperti; udara dan air serta listrik.

“Saya usulkan Indonesia punya menteri Air yang khusus hanya urus air.” Tandas Gubernur Laiskodat.

Menurut Laiskodat NTT jika disiapkan dengan baik disertai dukungan anggaran negara yang cukup,maka NTT akan punya banyak air.

“Provinsi ini sudah lama tidur. Oleh karena itu ketika berbicara, saya sering memakai diksi yang kadang ‘kurang beradab. Itu saya maksudkan supaya saudara-sauara saya orang NTT ini sadar dan bangkit melakukan sesuatu dan berkembang.” Tegas Laiskodat.

NTT tidak hanya butuh clean water, lanjut Laiskodat, tetapi safety water mengingat air di NTT mengandung banyak zat kapur.

Menurut Gubernur NTT itu masyarakat NTT sebenarnya tidak lapar dan atau tidak miskin. Masyarakat NTT yang belum pintar mengelola alamnya.

“Namun saya tegaskan kondisi iklim NTT yang panas ini menjadikan NTT selalu dan senantiasa akan menghasilkan buah dan daging berkualitas untuk Indonesia.” Jelas Laiskodat.

Lebih lanjut Gubernur Laiskodat menguraikan bahwa NTT punya banyak tanah walau berbatu. Menurutnya cukup batunya dilubangi dan jikalau ada air masyarakat bisa menanam terus-menerus dilubang yang sama dan menghasilkan pangan.

Sebelum penderitaan/kelaparan datang, jelas Laiskodat lebih lanjut, kita perlu menggunakan kecerdasan kita untuk membuat hidup menjadi lebih baik.

Gubernur Laiskodat juga diakhir sambutanya mengajak seluruh peserta dan undangan untuk datang berkunjung ke lokasi wisata Labuan Bajo dan Sumba.

“Datanglah ke Labuan Bajo dan Pulau Sumba. “Di sana kami siapkan spot wisata dengan keindahan terbaik di dunia.” Tandas Laiskodat disambut tepuk tangan peserta.

Gubernur Laiskodat juga meyakinkan para undangan bahwa spot wisata termahal didunia ada di Sumba. NTT juga punya garam terbaik dunia dan kualitas ikan terbaik di dunia. NTT siap export ikan dan garam serta SOPIA ke deluruh dunia.

NTT punya semua yang terbaik yang ke depan bisa menguasai pasar Jawa. “Selamat datang di NTT.” Tutup Laiskodat disambut tepuk tangan seluruh peserta seminas HATHI 2019. [mas//kus].

Comments
Loading...