Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Banyak Korban Pengguna Narkoba di NTT Masih Takut Melapor Ke BNNP NTT

0 139

Koran Timor.Com – Kupang – Hasil Press Release Badan Narkotika Nasiona Provinsi Nusa Tenggara Timur atau BNNP NTT pada Sela [12/11/2019] kemarin di Kantor BNNP NTT, jalan Palapa Kota Kupang mencatat per November 2019 baru 60  orang dari total jumlah 36.000 pengguna narkoba di NTT berhasil direhabilitasi.

Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP NTT, Stef Joni Didok, SH menguraikan hal itu terjadi karena kurangnya kesadaran dan pemahaman dari korban penyalah guna/pencandu Narkoba dan keluarga/kerabat tentang program rehabilitasi berkelanjutan sehingga enggan melapor untuk mengikuti rehabilitasi dan pasca rehabilitasi.

 

Selain itu karena stigma masyarakat terhadap korban penyalah guna/pencandu Narkoba merupakan aib dan dapat dihukum apabila melapor diri untuk direhabilitasi.

 

Lalu mereka yang berhasil direhabiilitasi, lanjut Joni Didok, antara lain karena pelaksanaan kegiatan penguatan rehabilitasi milik instansi pemerintah dan komponen masyarakat yang efektif dan efisien serta tepat sasaran.

 

Selain itu karena hubungan kerjasama yang baik BNNP NTT dan BNNK jajaran dengan stakeholders dan pemegang kebijakan. Lalu komitmen yang tinggi dari para stakeholder penyelenggara rehabilitasi milik instansi pemerintah.

 

Joni Didok  lanjut membeberkan rencana aksi Bidang Rehabilitasi BNNP NTT ke depan antara lain memetakan kembali lembaga rehabilitasi milik instansi pemerintah dan lembaga rehabilitasi komponen masyarakat yang akan diberi penguatan operasional.

 

Selain itu melakukan sosialisasi program rehabilitasi bagi pencandu dan atau penyalahguna narkoba sebagai solusi terbaik dalam usaha menurunkan jumlah pecandu [demand reduction] narkoba.

 

Termasuk meningkatkan peran stakeholders untuk ikut brpartisipasi mendukung program rehabilitasi bagi pecandu dan atau penyalahguna narkoba.

 

Terkait hal ini Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP NTT, Yullie Beribe dalam kesempatan bicaranya meyakinkan bahwa keluarga korban pencandu narkoba atau pencandu sendiri yang mau datang melapor dan minta tolong untuk direhabilitasi, BNNP akan menjamin kerahasiaan identitas korban.

 

BNNP juga menjamin tidak akan memberi hukuman fisik tetapi rehabilitasi atau terapi pemulihan. Proses hukum pencandu narkoba tetap berjalan tetapi pengadilan akan memutuskan rehabilitasi.

 

“Kami jamin tidak ada hukuman fisik bagi korban  pecandu narkoba yang melapor. Kerahasiaan identitas korban pencadu Narkoba di jaga dan tidak dibuka ke publik.” Tandas Yullie Beribe. [mas/kus]

Comments
Loading...