Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Waduh, PPK Bilang HPS dan KAK Pengadaan Seragam Sekolah Di Dinas Pendidikan Kota Kupang Dokumen Rahasia

0 361
Maxi Dethan S.Si, M.Si, PPK Proyek Pengadaan Seragam Sekolah Dinas Pendidikan Kota Kupang Saat Jumpa Awak Media [Jumat, 08/11/2019]

Koran Timor.Com – Kupang – Dinas Pendidikan Kota Kupang mengadakan hibah pakaian seragam sekolah bagi siswa-siswi PAUD dan atau TK serta SD dan SMP menggunakan dana APBD Kota Kupang Tahun Anggaran 2019. Namun terkait isi HPS dan KAK serta harga satuan per set seragam sekolah, PPK terkait katakan itu dokumen rahasia.

Penjabat Pembuat Komitmen [PPK] Maxi Dethan, ST.MSi, saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya pada Jumat (8/11/2019) membeberkan bahwa nilai pengadaan proyek tersebut, sesuai kontrak yakni sebesar Rp.6.163.289.940.

Proyek juga telah selesai dan sudah dilakukan serah terima barang. Pembayarannya sudah lunas seratus persen kepada Kontraktor pelaksana selaku Pihak ketiga.

“Saya telah menjalankan tugas saya diproyek tersebut sesuai tupoksi saya sebagai PPK dan telah terlaksana seratus persen serta hasilnya telah diperiksa oleh panitia PHO sesuai mekanisme.” Tandas Maxi.

Tugas Maxi Dethan selaku PPK ialah membuat perencanaan teknis sebagaimana termuat didalam Harga Perkiraan Sendiri (HPS) proyek dan kerangka Acuan Kerja (KAK). Apa saja yang termuat didalam HPS dan KAK, Maxi menolak membeberkan karena rahasia dan itu perintah aturan. Aturan dimaksud Maxi dan yang digunakan PPK ialah Pepres tentang pengadaan barang dan jasa.

Merek kain dari seragam yang diadakan bagi siswa-siswi adalah merek Famatex. Sedangkan atasnya ialah merek Titoron. Sedangkan soal jumlah Maxi menjelaskan bahwa ada sebanyak 59.528 orang siswa-siswi target penerima hibah seragam sekolah.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore Disalah Satu Moment Penyerahan Bantuan Hibah Seragam Sekolah di Kota Kupang

Maxi membeberkan bahwa pakaian seragaman tersebut dibeli dari beberapa toko di Kota Kupang sesuai harga menurut standar harga Kota Kupang sebagaimana termuat didalam HPS.

Ditanyai awak media soal harga satuan per satu set pakaian seragam bagi setiap anak, Maxi kembali berkelit bahwa ia tidak bisa menginformasikan tentang itu karena itu ada di dalam HPS.

“Jadi HPS itu dokumen keramat sehingga tidak bisa diketahui publik ya?” Mengapa PPK tidak mau menginformasikannya kepada Publik? Tanya awak media. Maxi hanya bersikap terdiam.

Hingga berita ini diturunkan, awak media Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kupang, Okto Naitboho tidak bisa ditemui karena berada di luar Kantor. [Mas//Kus]

Comments
Loading...