Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Ekonomi NTT Tumbuh 3,87 Persen di Triwulan III

0 121

KUPANG, Korantimor.com –
Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) per Triwulan III mengalami pertumbuhan sebesar 3,87 persen.

Data ini disampaikan langsung Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus S.Si, M.Si di Ruang Telekonfrense Kantor BPS NTT pada Selasa tanggal 5 November 2019.

Lebih lanjut Darwis memaparkan bahwa berdasarkan besaran produk domestik bruto( PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III tahun 2019 mencapai 27.40 Triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai 17,74 triliun.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha industri pengolahan yakni sebesar 10,53 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran , pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga ( PK-RT) yang bertumbuh sebesar 5,63 persen.

Dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), lanjut Darwis, ekonomi NTT pada triwulan III 2019 mengalami pertumbuhan sebesar 2,59 persen.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha jasa keuangan sebesar 9,34 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen konsumsi pemerintah sebesar 32,22 persen.

Secara kumulatif, ekonomi NTT triwulan I hingga triwulan III 2019 tumbuh sebesar 5,23 persen.

Dari sisi produksi pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 9.77 persen.

Sementara itu struktur ekonomi NTT pada triwulan III 2019 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, Kehutanan dan perikanan dengan kontribusi sebesar 27,84 persen.

“Dari sisi pengeluaran masih didominasi oleh pengeluaran konsumsi Rumah tangga, yaitu sebesar 69,86 persen.” Tandas Darwis.

Darwis juga menjelaskan bahqa secara umum kondisi ekonomi konsumen NTT pada triwulan III 2019 masih mengalami peningkatan meski tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. ITK NTT pada triwulan III 2019 sebesar 114,89.

Sedangkan dari aspek lapangan kerja, tingkat pengangguran terbuka Nusa Tenggara Timur sebesar 3,35 persen. Sementara tingkat partisipasi angkatan kerja Nusa Tenggara Timur Agustus 2019 sebesar 68,50 persen. Artinya turun 1,51 poin dibandingkan agustus 2018. (kos/kos)

Comments
Loading...