Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Rumah Pengering Kopi Menggunakan  Plastik Ultraviolet (UV) Solar Dryer

0 77

 

Oleh Wenseslaus Bunganaen, ST. MT
 (Dosen Pada Prodi Teknik Mesin-FST Undana)

 

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Ketersediaan buah kopi yang ada di Indonesia belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kaum petani, produsen, baik industri kecil, menengah, dan sedang, serta masyarakat  yang berada  pada  jalur  produksi  kopi.  Padahal  biji  kopi di Indonesia memiliki beberapa keunggulan. Sejauh ini, pengendalian proses pengolahan biji kopi juga masih belum optimal. Salah satu penyebab adalah minimalnya pengetahuan tentang tahap-tahap proses pengolahan biji kopi bagi kaum petani, kaum produsen dan masyarakat. Biji kopi yang masuk ke dalam pengeringan adalah biji kopi yang sudah terfermentasi disaat pencucian biji kopi, tergantung dengan metode dan proses yang di inginkan untuk membuat kopi tersebut. Standar Nasional Indonesia (SNI) kadar air biji kopi adalah 11% – 12% Asni, Nur. Meilin, Araz. 2015 Pengeringan hasil pertanian secara khusus adalah pengeluaran air dari suatu hasil pertanian sampai tercapai kadar air keseimbangan dengan udara lingkungan atau sampai tingkat kadar air dimana jamur, serangga dan enzim yang bersifat merusak tidak dapat aktif lagi, Haryadi. 2011
Proses pengeringan kopi yang selama ini dilakukan oleh parah petani adalah dengan menjemur di bawah panas matahari secara terbuka baik ditanah maupun di lantai. Setelah ada perubahan warna dari kulit kopi yang merah atau hijau menjadi coklat maka, biji kopi tersebut dikumpulkan dan dimasukkan dalam karung untuk disimpan, dan kemudian dijual, tanpa mempedulikan hasil produksinya, berkualitas atau tidak, prinsipnya yang penting kering. Padahal untuk mendapatkan hasil pengeringan yang baik dan berkialitas perlu diperhatikan distribusi aliran  udara dalam proses pengeringan tersebut
Untuk  mendapatkan hasil pengeringan kopi yang baik dan agar terbebas dari jamur, serangga dan ensim yang dapat merusak kualitas kopi, maka perlu tempat dan ruangan yang khusus yang dirancang dengan memperhatikan distribusi aliran udara dalam ruangan tersebut (distribusi temperatur) dan kecepatan aliran udara dalam ruangan tersebut.  Untuk mendukung hal ini, maka kami  mengajak mahasiswa untuk mengadakan perancangan dan penelitian. Dengan bantuan  Dr. Ferdi Koehuan, ST. MT selaku Nara sumber  dan  sebagai dosen pembimbing I dan Wesneslaus Bunganaen, ST.,MT selaku pembimbing II.
Rumah pengering kopi Menggunakan Plastik Ultra Violet (UV) Solar Dryer dengan ukuran panjang 5,5 m, lebar 2,9 m dan tinggi 1,9 m.
Pemanfaatan energi surya dengan menggunakan plastik ultra violet (UV) juga merupakan alternatif untuk mengatasi kendala pengeringan dengan sinar matahari langsung yang umum berlaku di masyarakat seperti kapasitas yang rendah dan membutuhkan waktu yang lama, serta resiko kontaminasi dan gangguan dari binatang selama proses penjemuran yang menyebabkan hasil pengeringan kurang higienis. Oleh karena itu,  pemanfaatannya sebagai sumber energi untuk pengering produk pertanian diharapkan menjadi solusi alternatif terhadap permasalahan biaya serta terbatasnya ketersediaan energi untuk proses pengeringan terutama bagi usaha kecil menengah yang ada di pedesaan. (wens).
Comments
Loading...