Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Keluhan Muskuloskeletal Pada Penjahit Pakaian Ditentukan Jenis Kursi yang Digunakan Dalam Bekerja

0 56

 

Posted by May 23,  2021

Oleh: Gusnawati, S.T., M.Eng
(Staf Dosen Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Undana)

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Penjahit pakaian merupakan pekerja yang melakukan pekerjaan secara berkelompok maupun secara individu. Proses kerja pembuatan pakaian meliputi proses pengambilan ukuran badan, membuat pola, menggunting kain, menjahit, dan penyempurnaan.

Seluruh proses kerja tersebut berisiko menimbulkan Muskuloskeletal karena dalam melakukan proses kerja, ukuran alat kerja tidak sesuai dengan antropometri pekerja. Diantaranya seperti; tinggi alas duduk yang tidak sesuai dengan panjang tungkai sehingga pekerja bekerja dengan menunduk dan membungkuk dalam waktu yang lama. Hal ini menyebabkan terjadinya nyeri otot atau keluhan muskuloskeletal pada bagian tubuh pekerja.

Kursi merupakan salah satu komponen penting ditempat kerja. Kursi yang baik mampu memberikan postur yang baik dan akan membantu memberikan kenyamanan.

Pilihan kursi yang nyaman dapat diatur. Perancangan tempat kerja untuk pekerjaan duduk lebih sulit, karena dalam perancangan, selain harus memperhitungkan meja kerja juga perlu memperhitungkan interaksinya dengan tempat duduk. Kursi hendaknya memakai sandaran punggung.

Keluhan yang ditimbulkan saat bekerja dapat berpengaruh terhadap menurunnya efisiensi dan efektifitas kerja.

Keluhan-keluhan seperti nyeri pada leher, bahu, punggung, pinggang, kesemutan pada kaki, lengan merupakan indikator ketidaksesuaian alat kerja dengan penggunanya.

Nyeri pada pinggang dapat terjadi karena adanya sikap paksa atau tidak alamiah akibat penggunaan alat kerja yang terlalu pendek atau terlalu tinggi. Jika terpaksa harus duduk pada tepi bagian depan kursi, penjahit akan merasakan nyeri di bagian bokong, lutut dan tungkai bawah.

Keluhan Muskuloskeletal adalah keluhan pada bagian-bagian otot rangka yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan hingga sangat sakit.

Hasil penelitian yang dilakukan Ribka dan Gusna (2020), menunjukkan bahwa jenis keluhan yang paling banyak terjadi pada responden yaitu sebagian besar keluhan yang dirasakan oleh responden terdapat pada bagian bokong, leher bagian bawah dan pinggang.

Bagian tubuh tersebut yang bekerja berat untuk menopang tubuh dalam bekerja. Keluhan muskuloskletal yang dirasakan penjahit berbeda-beda tergantung jenis kursi yang digunakan. Untuk kursi kayu, keluhan paling banyak di titik Jari kaki kiri. Sedangkan yang menggunakan Kursi Plastik keluhan yang paling banyak di bagian bokong. Hal tersebut hendaknya tidak menjadi pembiaran karena akan menimbulkan penyakit baru pada pekerja ( penjahit, red) .

Terjadinya keluhan otot antara lain diakibatkan zat sisa metabolisme seperti asam laktat dan CO2. Kelelahan otot sesuai dengan mekanisme kerjanya, ditentukan oleh keadaan gerakan fungsional otot itu sendiri.

Otot yang lelah akan menunjukkan gejala kurangnya kekuatan/tenaga dari pada otot, bertambah panjangnya waktu laten kontraksi dan waktu lemas, berkurangnya koordinasi, serta otot gemetar.

Kelelahan muskuloskeletal lazim dijumpai tiap hari dan istilah kelelahan umumnya ada kaitannya dengan penurunan efisiensi di samping disklinasi berbagai hal termasuk masalah fisik dan mental.

Pada dunia usaha umumnya, kelelahan bersifat umum dan penyebab bukan tunggal tetapi disebabkan banyak hal tertentu yang terjadi hampir setiap hari dalam kurun waktu yang lama (Grandjean, 1995).

Hasil penelitian Ribka dkk tersebut makin menegaskan adanya perbedaan keluhan muskuloskeletal pada penjahit yang menggunakan kursi kayu dan yang menggunakan kursi plastik. (gusna)

Comments
Loading...