Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Walikota Kupang Tetap Semangat Bedah Rumah Warga

0 13

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Walau sempat dikritik terkait sejumlah program pro rakyat yang sudah berjalan, Walikota Kupang, Jefry Riwu Kore dan Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man tetap semangat melaksanakan program bedah rumah warga. 

Sejak Selasa (22/06/2021) hingga Jumat (25/06/2021), Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore kembali maraton serahkan kunci rumah baru kepada sejumlah keluarga di wilayah Kota Kupang yang rumahnya dibedah oleh Pemerintah Daerah Kota Kupang.

Diantaranya yakni rumah milik Agustina Modok di kelurahan Nunbaun Dela, Kecamatan Alak  pada Selasa (22/6/2021).

Wanita paruh baya ini menyampaikan rasa terima kasihnya ketika melihat isi rumah yang sudah berubah total. Ia tidak lagi melihat atap rumahnya yang sudah bocor dan berdinding bebak karena sudah dibangun dengan tembok permanen.

Agustina Modok merasa terbantu dengan kepedulian yang ditunjukkan Wali Kota Jefri Riwu Kore. Apalagi keseharian hidupnya bergumul dengan kondisi anaknya yang menyandang disabilitas. Terkait kondisi anaknya itu, Wali Kota Kupang Jefri juga berjanji akan membantu anaknya dengan kursi roda.

“Beta doakan Bapak Wali Kota tetap kuat dan jangan pernah lelah melihat kami masyarakat kecil, melihat kehidupan para janda, anak yatim piatu dan orang miskin di Kota Kupang, Tuhan Yesus memberkati Bapak Jefri dalam setiap tugas dan pelayanan,” ucap Oma Agustina dengan suara bergetar menahan haru.

Dihari yang sama, Walikota yang akrab disapa Jeriko itu juga berkesempatan menyerahkan kunci rumah untuk Ibu Adolflina Bois di RT 31, Kampung Fatubena, Kelurahan Kolhua. Kampung kecil yang berbatasan langsung dengan Desa Oeltua, Kabupaten Kupang.

Dua rumah lainnya yang diserahkan Wali Kota Kupang adalah rumah milik Ibu Marselina Balukh di Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja dan rumah milik Selvina Lona di Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak.

Rumah milik Oma Marselina beratap daun alang-alang dan berdinding bebak. Kondisinya sudah memperhatinkan sejak tahun 1979. Sementara rumah ibu Selvina Lona hanya berdinding bebak.

Wali Kota Kupang juga mengunjungi rumah milik Oktovianus Y. Ratukore di RT 02/RW 01 Kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak yang sangat tidak layak huni. “Hari ini kami datang melihat untuk memastikan rumah tersebut untuk dibedah. Mohon doanya agar kami segera membedah rumah tersebut,” pungkas Jeriko.

Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini mengungkapkan bahwa pada tahun 2021 ini, Pemerintah Kota Kupang akan membedah 64 rumah warga yang tidak layak huni. Wali Kota berharap agar di tahun-tahun mendatang pemerintah dapat bersinergi dengan DPRD untuk lebih mendukung program bedah rumah ini.

Penyerahan rumah baru dilanjutkan pada Jumat (25/6) dimana lokasi pertama yang didatangi Wali Kota adalah rumah Bapak Marten Sa’u di RT 27/RW 10 Kelurahan Maulafa. Di lokasi tersebut. Walikota Kupang disambut Camat Maulafa, Matheos A.B.H Da Costa, S.Sos.M.Si, Lurah Maulafa. Pendeta di Jemaat Lahairoi Tofa dan sejumlah masyarakat yang turut berbahagia dengan keluarga Bapak Marten Sa’u.

Rumah milik keluarga Sa’u dibedah Pemerintah Kota Kupang selama 14 hari. Sebelum rumahnya dibedah, Bapak Marten dan istri tinggal bersama anak dan cucunya di rumah yang tidak layak huni. Atapnya sudah bocor dan dindingnya hanya dilapisi bebak. Kini rumah Marten dan keluarga sudah layak huni berkat program bedah rumah yang digagas Wali Kota Jeriko.

Selain memberikan kunci rumah, juga diserahkan bantuan tempat tidur dan kursi, yang berasal dari sumbangan pribadi Ibu Agustin Adranacus, Bapak Herman Hery dan Ibu Hilda Manafe.

Terkait sumbangan tersebut, Wali Kota berharap kedepannya semakin banyak pihak yang tergerak untuk peduli dengan sesama yang kurang beruntung dan membutuhkan uluran tangan di Kota Kupang.

Marten Sa’u mengaku bahagia bisa bertemu dan menerima bantuan bedah rumah Pemkot. Ia mengakui dirinya yang sudah lanjut usia tidak bisa lagi mendirikan rumahnya yang sudah reot, sehingga apa yang diterimanya benar-benar disyukuri sebagai berkat yang luar biasa bagi keluarganya.

Perjalanan dilanjutkan ke Kelurahan Penfui, dimana Wali Kota yang didampingi Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Hilda menyerahkan kunci rumah untuk Bapak Bernad Uly di RT 26/RW 11. Rombongan Wali Kota disambut oleh Camat Maulafa, Lurah Penfui, Ketua LPM dan Ketua Karang Taruna.

Di daerah yang berbatasan langsung dengan Desa Baumata Barat, Kabupaten Kupang ini, Wali Kota mengakui bahwa masih banyak persoalan yang perlu dibenahi di Kelurahan tersebut, seperti jalan, lampu jalan dan masih banyak rumah yang belum layak huni.

Dirinya meminta lurah untuk pro-aktif melakukan pendataan, karena sebagian wilayah pinggiran di Kelurahan Penfui baru saja diputuskan resmi masuk wilayah Kota Kupang. Oleh sebab itu, Wali Kota berharap agar masyarakat jangan merasa terganggu dengan keberadaan aparat ketika melakukan pendataan dan penataan aset di lokasi bapak/ibu.

“Kami mohon dukungan masyarakat, masih banyak yang perlu dibenahi di Kelurahan ini, jajaran kami masih akan meninjau lokasi, dibantu oleh jajaran di Kelurahan,” ujar Wali Kota singkat.

Bernad Uly selaku penerima bantuan bedah rumah mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Kupang yang telah memperbaiki rumahnya.

Kemudian Wali Kota bersama rombongan mengantar kembali Oma Maria Nara Adu menempati rumah barunya di  RT 21/RW 08 Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima.  Rumah tersebut telah selesai dibedah selama 14 hari oleh Pemerintah Kota Kupang.

Maria Nara Adu adalah seorang janda berusia 70 tahun yang hidup memprihatinkan bersama dua orang cucunya. Sebelum rumahnya dibedah, kondisi atap rumahnya terlihat bocor di banyak bagian. Dindingnya pun sudah reot. Namun dirinya mengaku bersyukur karena ia dan anak-anaknya sudah bisa tinggal di rumah yang layak huni.

Wali Kota Jeriko disambut oleh Camat Kelapa Lima, I Wayan Astawa dan para tokoh masyarakat. Wali Kota menyebutkan bahwa selain adanya bantuan bedah rumah dari Pemerintah Kota Kupang, ada juga bantuan tempat tidur, kursi dan meja untuk Oma Maria, yang berasal dari sumbangan Bapak Herman Heri, Ibu Agustin dan Ibu Hilda. (red/kpg)

Comments
Loading...