Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Araksi Nilai Gubernur NTT Sengsarakan Warga Besipae, Ketua DPRD Hanya Mengekor

0 1.222

KORANTIMOR – TTS – Araksi menilai Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyengsarakan Warga Besipae, Desa Mio Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dengan hanya membangun rumah berukuran 4×5 M, layaknya membangun kandang kambing. Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT, Emi Nomleni hanya melihat saja ulah Gubernur dan mengekor alias ikut saja.

Ketua Araksi, Alfred Baun saat mengunjungi salah satu keluarga di Besipae yang menghuni rumah yang dibangun Pemprov NTT berukuran 4×5 M (11/06/2021)

Demikian kritik pedas disampaikan Ketua Araksi, Alfred Baun saat jumpa pers di Besipae, Amanuban Selatan Kabupaten TTS pada Jumat (11/06/2021).

“Rumah warga (warga Besipae desa Mio) pada awalnya layak huni, tetapi Pemerintah Provinsi NTT  gusur. Kemudian membangun rumah rumah dengan ukuran 4×5 M tanpa kamar tidur. Rumah tanpa kamar dan jendela ini bagaimana keluarga bisa tidur malam bersama keluarga? Lalu coba Ketua  DPRD Ibu Emi (Emi Nomleni, red) ju (juga) datang lihat dulu, jangan hanya pikul tais (sarung Timor, red) dan mengekor di belakang Gubernur. Datang dan lihat orang tua dong model begini, terlalu kasian,” jelasnya.

Menurut Alfred Baun, dulu masyarakat Besipae menangis dan menjerit kepada Gubernur NTT, VBL karena rumah mereka digusur. Lalu Gubernur VBL  berjanji, “tenang, saya akan membuat hidup kamu lebih baik lagi dari yang sekarang. Saya bikin ini (gusur rumah warga dan bangun rumah 4×5 M, red) untuk kamu baik. Tapi itu bahasa apa? Bahasa untuk membuat mereka (warga Besipae) menjadi  tenang, buat mereka untuk diam, ” ungkap Alfred.

Ketua Araksi itu pun menilai program Gubernur VBL gagal total, karena membangun rumah warga saja tidak menunjukkan masyarakat bangkit dan sejahtera, tetapi lebih memiskinkan masyarakat.

“Sampai rakyat digusur, maka sesungguhnya negara hadir untuk apa? Dulu banyak yang bilang gubernur VBL datang untuk membawa perubahan bagi masyarakat NTT.  Mana buktinya pembangunan yang konkret dan menunjukkan masyarakat bangkit dan sejahtera? Bangkit saja tidak, apa lagi sejahtera!” kritiknya lagi.

Lebih lanjut, Alfred Baun mengingatkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk tidak menghamburkan uang untuk sesuatu yang hampa di Besipae. “Itu tidak boleh!” tandasnya.

Ketua Araksi NTT itu pun lanjut mengingatkan Ketua DPR NTT, Emi Nomleni, bahwa dalam situasi demikian, Ketua DPRD NTT seharusnya lebih merepresentasi masyarakat TTS untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Besipae, mengkritisi pemerintah dan tidak boleh mengikuti saja apa yang dilakukan Pemprov NTT terkait Besipae.

“Ketua DPR seharusnya jalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah (Gubernur VBL, red). Kalau diam, maka untuk apa duduk di DPR? ”

Menurut Alfred Baun, kehadiran Gubernur, Bupati, DPR, atau kehadiran Negara seyogianya untuk  membuat rakyat menjadi baik.  “Kalau hanya hadir untuk membuat susah masyarakat, untuk menggolkan satu program,  maka program itu untuk apa? Masa, Gubernur dengan dana Provinsi hanya mampu bangun 37 (Tiga Puluh Tujuh) unit rumah dengan ukuran 4×5 saja,” kritiknya lagi.

Seperti disaksikan tim media ini, tampak belasan unit rumah darurat dengan ukuran sekitar 4×5 m yang dibangun Pemprov NTT.

Rumah berukuran 4×5 M tersebut tidak memiliki daun jendela, hanya daun pintu dari selembar seng, tak ada kamar tidur, tanpa fondasi dan berlantai tanah. Tinggi dinding (dinding dari bebak/pelepah gewang) sekitar 2 meter. Rumah berbentuk dua air itu diatap dengan sekitar 20 lembar seng. 

Rumah tersebut dibangun di atas lahan ukuran 800 meter persegi.

Tampak anak-anak Besipae bermain di sekitar pekarangan rumah dengan pakaian dan tubuh berdebu karena tidak ada fasilitas air bersih yang disediakan Pemprov NTT. Selain itu tidak ada MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov NTT menggusur puluhan rumah warga Besipae untuk ditanami kelor dan pakan ternak. Sempat terjadi konflik antara warga setempat dengan Pemprov NTT. Bahkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat disambut oleh mama-mama bertelanjang dada.

Namun pantauan tim media ini di lokasi Besipae, tak ada kelor dan tanaman pakan ternak yang tumbuh di lokasi tersebut. Lokasi tersebut tampak dibiarkan terbengkalai begitu saja. (kt/tim)

Comments
Loading...