Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Aplikasi E-Comerce Dekranasda NTT Bantu Pasarkan Produk Asli NTT Secara Online

0 117

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Aplikasi e-comerce Dekranasda NTT telah dilaunching Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di NTT menjangkau lebih banyak konsumen (pembeli, red). Sebaliknya, beragam konsumen bisa mengakses (mendapatkan, red) banyak produk asli NTT dengan mudah melalui aplikasi tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Dekranasda NTT, Julia Sutrisno Laiskodat saat soft launching Aplikasi e-comerce Dekranasda NTT pada Kamis (17/06/2021) di Kantor Dekranasda NTT.

“Itu adalah apa yang sudah saya lakukan selama menjabat (Ketua Dekranasda NTT, red) beberapa tahun ini. Kita berharap agar dengan kerja ini, kita dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.Ketua Dekranasda NTT, Julia Sutrisno Laiskodat saat soft launching e-comerce Dekranasda (17/06)

Menurut Bunda Dekranasda NTT itu, adanya aplikasi e-comerce Dekranasda sebagai buah dari kerja Dekranasda NTT, berpikir keras, berinovasi bagaimana menyelamatkan ekonomi masyarakat NTT dari dampak situasi pandemi COVID-19.

“Saya secara pribadi dan Dekranasda secara umum bersyukur karena dapat menggunakan situasi pandemi ini sebagai kesempatan membenah diri. Saya belum puas kalau toko Dekranasda belum menjangkau semua Kabupaten/Kota (di NTT, red),” ungkapnya.

Lebih lanjut, Julia Laiskodat melalui kegiatan yang dilaksanakan secara virtual bersama mitranya; (JNE, Kantor Post, TIKI, Lion Parcel, Bank Mandiri, UMKM dan dihadiri 25 media; baik cetak maupun online, red) itu, menguraikan beberapa upaya yang telah dilakukan Dekranasda NTT ditahun-tahun sebelumnya. Sebagai contoh, ditahun 2020 Dekranasda membangun Cafe NTT di Labuan Bajo dimana semua produk  UMKM NTT dapat dipasarkan di dalamnya, sehingga bisa dibeli oleh tourist yang berkunjung ke Labuan Bajo.

“Mungkin seperti kopi, itu sudah. Tapi madu, kelor dan lainnya, belum. Karena itu, di situasi pandemi ini, kami (Dekranasda NTT, red) berusaha untuk menjaring lebih banyak pelaku pelaku UKM di setiap Kabupaten/Kota, termasuk lewat aplikasi ini (e-comerce Dekranasda NTT, red),” bebernya.

Wanita kelahiran 17 Juni 1972 itu mengatakan, dirinya mengetahui pelaku UMKM di NTT punya produk untuk dijual, tetapi memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan, termasuk kemampuan finansial untuk packing/pengemasan sehingga Dekranasda NTT turut menganggarkan untuk pengemasan.

“Kalau untuk kelor, kan selama ini mungkin baru sampai teh celup kelor. Namun, kami dari Dekranasda usahakan agar bisa dibuat menjadi kelor cair seperti; shampo kelor, lotion (pelembab kulit, red) dan pasta gigi kelor,” bebernya.

Selain itu, lanjut Bunda Julia, kacang mete dari Flores Timur selama ini masih dijual gelondongan dengan harga murah. Dekranasda NTT sedang berusaha agar kacang mete Flores Timur bisa diolah seperti es doger dan lain sebagainya.

“Jadi harapan kita, NTT kan punya pariwisata, nanti selain orang datang berwisata ke NTT, mereka bisa mencicipi makanan khas NTT; kelor, Kopi Flores, madu dan lainnya,” ungkapnya.

Menurut istri Gubernur NTT itu, salah satu tantangan pemasaran produk UMKM NTT ialah soal continuity atau keberlanjutan. Dulu saat datang ke NTT, setiap kali ke hotel dan restoran di NTT, ketika dirinya meminta disediakan kopi, yang disediakan bukan kopi asli dari NTT tetapi kopi dari luar NTT. Lalu ia bertanya mengapa tidak disediakan kopi asli NTT? Pihak hotel/restaurant menjawab, tidak ada pemasok kopi. “Mereka maunya yang pasok (pemasok kopi, red) jangan putus tapi continue,” tandasnya.

Terkait hal itu, Julia Laiskodat pun berjanji akan membangun komunikasi dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat agar mewajibkan semua hotel atau restoran di NTT selalu menyediakan kopi dan teh kelor asli NTT.

Julia Laiskodat juga memastikan pihaknya akan memfasiltasi pelaku UMKM dengan mesin produksi kopi agar tetap terjamin ketersediaan stok kopi. Untuk itu, Dekranasda akan bekerjasama dengan Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag) NTT.

“Kita akan membeli (produk kopi, red) dari petani dan kita akan menyetoknya (menyediakan, red). Jadi ketika orang hotel dan restoran tanya apakah stoknya akan kontinu, kita bisa pastikan. Jadi dengan menghidupkan UMKM, kita bisa meningkatkan ekonomi di desa -desa,” jelasnya. (kt/tim)

 

 

 

 

 

 

Comments
Loading...