Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang Bagi Sembako dan Hygiene Kit Untuk Korban Badai Seroja di Perbatasan RI-RDTL

0 9

KORANTIMOR.COM – KUPANG – DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang melewati medan berat dengan melewati sungai, jalan licin mendaki bukit yang dipenuhi lumpur untuk sampai ke Oepoli Kecamatan Amfoang Timur, daerah tersebut merupakan wilayah NKRI yang berbatasan langsung dengan Distric Oekusi, Negara Republik Demokrasi Timor Leste (RDTL) membagikan bantuan kepada masyarakat yang dilanda badai siklon tropis Seroja pada (4/4/2021) lalu.

Demikian press release panitia yang diterima tim media ini melalui pesan WhatsApp/WA pada Senin (19/04/2021).

“Rombongan DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang yang dipimpin Ketua DPC Winston Neil Rondo berhasil masuk dan melewati medan berat tersebut, selama dua hari di daerah tersebut Partai Demokrat membagikan sembako, hygiene kits, multi vitamin, hand sanitizer dan masker, sabtu-minggu, (17-18/4/2021), jelas Wiston Rondo sebagaimana ditulis dalam rilis.

Rombongan DPC Demokrat NTT  membawa serta bantuan kemanusiaan perjalanan ke Oepoli-Naikliu-Perbatasan RI-RDTL (16/04/2021)

Menurut panitia, Amfoang Timur dan Amfoang Barat Laut merupakan dua daerah yang sangat terisolasi dan sulit dijangkau sehingga saat ini pemerintah baru bisa mengirimkan bantuan lewat droping helikopter dan kapal laut ke Naikliu.

“Melihat situasi sulit yang dialami warga Amfoang Timur, Partai Demokrat tidak tinggal diam. Saat mendengar jalur darat sudah bisa diakses saya langsung berkoordinasi dengan satgas yang ada di lokasi kejadian,” ujar Winston.

Winston menambahkan, dirinya bersama pengurus DPC dan Ketua PAC Amfoang Timur, Yesaya Bani dan Ketua PAC Amfoang Barat Laut Oksin Baimnasi melakukan aksi langsung door to door membagikan bantuan sembako dan hygiene kits tersebut.

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Kupang, Winston Rondo saat pembagian sembako ke masyarakat Naikin (17/04)

Korban bencana, kata Winston, yang rumahnya hancur di semua Desa di Kecamatan Amfoang Timur diberikan bantuan oleh Partai Demokrat. Desa-desa tersebut antara lain yakni di desa Nunuana, desa Kifu, desa Netemnanu, desa Netemnanu Selatan dan desa Netemnanu Utara. “Satu Desa yang kondisinya sangat memprihatinkan, yakni Desa Nunuana. Di lokasi tersebut tidak hanya mengalami dampak banjir rob air laut, tetapi juga angin kencang dan banjir dari Sungai Noelfael di Nunuana. Banjir tersebut merusak pertanian dan memporak-porandakan rumah warga,” tandasnya.

Winston menjelaskan bahwa selama di Amfoang Timur, DPC Partai Demokrat berkoordinasi dengan posko data terpadu di Kantor Camat dan Posko Bantuan Sosial di Paroki Oepoli bersama Romo Janu. Walaupun situasi medannya berat dan hanya menggunakan satu mobil, rombongan DPC Demokrat Kabupaten Kupang tetap berusaha sampai ke tempat tujuan dan membagikan bantuan hingga larut malam. Hal ini dikarenakan bantuan tersebut distribusikan langsung dari rumah ke rumah.

“Dalam kesempatan tersebut, DPC Partai Demokrat Kabupaten Kupang membawa sembako yang berisikan 5 kg beras, mie instan, ikan kaleng, serta higiene kits yakni sampo, sabun, odol dan sikat gigi, ada juga masker dan vitamin c, handuk, selimut dan hand sanitizer,” tandas Winton.

Semuanya dibagikan kepada 40 KK di Amfoang Timur, kemudian pada hari berikutnya membagikan bantuan kepada masyarakat Amfoang Barat Laut, saat memasuki Amfoang Barat Laut, rombongan Partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono ini harus melewati medan yang cukup sulit karena ketinggian air di sungai Sitotos.

Menurut Winston, ada satu Desa di Amfoang Barat Laut yang mengalami kerusakan cukup parah, yakni Desa Saukiibe namun karena air sungai yang masih sangat penuh dan deras maka sulit mobil rombongan DPC Partai Demokrat tidak bisa masuk ke daerah tersebut.

Namun ada beberapa pengurus PAC yang masuk menggunakan motor, bantuan yang diserahkan ke daerah tersebut masih sama yakni sembako, peralatan mandi dan multi vitamin. Ada 40 paket yang dibagikan di daerah tersebut.

Mantan Ketua Pemuda Sinode GMIT ini menuturkan bahwa, pengalaman Partai Demokrat saat membagikan bantuan di daerah tersebut mempunyai hikmah yang harus disampaikan bahwa Partai Demokrat menjangkau yang tidak terjangkau, “kami menjangkau yang terisolir dan bisa jadi dilupakan dalam skema kebijakan tanggap darurat,” kisah Winston.

Menanggapi keluhan warga masyarakat terkait akses jalan yang masih sulit dijangkau, Winston mengatakan bahwa Partai Demokrat berharap pemerintah bisa segera turun tangan. Terutama di Kecamatan Amfoang Barat Laut yang pendataan warganya kurang baik. Sementara di Amfoang Timur, peran dari posko bantuan sosial Paroki Oepoli sangat baik sekali.

Menurut Winston, peran dari Paroki Oepoli untuk memfasilitasi berbagai pihak agar bertemu dan memberikan bantuan bagi warga sangat efektif. “Di Amfoang Timur kami dibantu dengan data-data dari Romo Janu dan teman-teman dari Paroki Oepoli,” imbuhnya lagi.

Menurut mantan Ketua Komisi V DPRD NTT ini, hal tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi rombongan DPC Partai Demokrat, sekalipun dalam situasi hujan dan sungai masih penuh dengan air, jalan berlumpur dan melewati medan berat, Partai Demokrat berhasil masuk ke wilayah Oepoli.

“Walaupun tidak banyak yang kami bawa, tapi kami bahagia karena bisa berbagi sesuatu langsung ke tangan yang membutuhkan, ini merupakan pengalaman sosial politik yg berharga saat mengunjungi rakyat,” ujar Winston.

Winston pun mendorong pemerintah dan para donatur agar tergerak hatinya untuk tidak melupakan Amfoang, terutama Amfoang Timur, Amfoang Barat Laut dan Amfoang Barat Daya. Dalam pembagian sembako tersebut, Partai Demokrat dibantu langsung tokoh agama, toko masyarakat dan aparat pemerintahan setempat.

Salah seorang Kepala Dusun di Desa Netemnanu Selatan menyampaikan terima kasih atas kepedulian Partai Demokrat. “Partai Demokrat adalah Partai yang pertama hadir langsung dan memberi dukungan konkrit. Dirinya meminta Partai Demokrat agar berkenan menyampaikan kepada pihak terkait dan para donatur lain agar jangan lupakan Amfoang dalam situasi seperti ini,” ujar sang Dusun yang menolak namanya disebutkan. (kt/win)

Comments
Loading...