Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Peduli Kampung Adat Maghilewa, Yayasan Arnoldus Wea Serahkan Sound System

0 67

KORANTIMOR.COM – MAGHILEWA – Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua menyerahkan bantuan berupa seperangkat sound system kepada Komunitas Pariwisata Kampung Adat (KOMPAK) Maghilewa Desa Inerie, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pemberian itu merupakan salah satu bagian program kerja Divisi AWPeduli yang bertujuan ikut mendukung kelestarian kampung Adat Maghilewa. 

Demikian dikatakan Co-Founder Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua, Arnoldus Wea, disela penyerahan perangkat sound system tersebut pada Sabtu (17/04/2021) Pukul 13.00 Wita.

“Alasan paling mendasar yang melatari penyerahan bantuan ini ialah agar Kampung Adat Maghilewa tetap lestari,” ungkapnya.

Menurut Arnoldus Wea, migrasi warga merupakan ancaman terbesar bagi keberlangsungan Kampung Adat Maghilewa ini. Upaya pencegahan sejak dini perlu terus diupayakan. “Penyerahan seperangkat sound system ini bukan upaya pertama. Sudah ada berbagai upaya yang dilakukan sebelumnya, sebagai misal rehabilitasi Rumah Adat (Sa’o) dan pembentukan Komunitas Pariwisata Kampung Adat (KOMPAK) Maghilewa,” ujarnya.

Kata Arnoldus lebih lanjut, sound system yang diserahkan, dengan maksud untuk mendukung kerja-kerja KOMPAK, antara lain; memperlancar pertemuan, sosialisasi, nonton bersama, diskusi, dan semua hal terkait pengembangan juga pelestarian Kampung Adat Maghilewa, sesuai Misi Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua.

“Sasaran jangka panjangnya ialah agar Kampung Maghilewa juga masuk dalam salah satu destinasi wisata di Ngada. Diharapkan juga, bantuan ini dapat berguna dan dipergunakan sebagaimana mestinya,” tandas AW.

Ketua Komunitas Pariwisata Kampung Adat (KOMPAK) Maghilewa, Pelipus Wea (58 tahun) selalu penerima, mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua.

“Seperangkat sound system yang diserahkan, sungguh amat bermanfaat demi memperlancar program dan kerja KOMPAK ke depannya. Seperangkat sound system ini akan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan bersama. KOMPAK menjamin keamanan sound system ini dan akan membuat peraturan agar digunakan secara tepar sasar, dirawat, sehingga bertahan untuk jangka waktu yang lama,” ucap Pelipus.

Kepala Desa Inerie, Benediktus Milo (65 tahun) yang hadir pada kesempatan itu berpesan agar KOMPAK tetap kompak. Ia juga mengimbau agar bantuan yang diberikan oleh Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua ini dijaga dan digunakan secara baik dan benar, tetap menjaga kebersihan Kampung Adat Maghilewa dan Jere serta Watu sebagai kampung tetangga.

“Tanggung jawab menjaga kampung harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya Pengurus KOMPAK atau Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua,” tegas Milo.

Daniel Tato (71 tahun) selaku Tokoh Masyarakat, berpesan agar bantuan yang diberikan harus dijaga.
“Seluruh masyarakat harus juga mendukung KOMPAK dan Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua. Harus jaga, harus dukung,” ajak Tato.

Penyerahan bantuan seperangkat sound system ini dilakukan oleh Reinard L. Meo, Yohanes E. Watu, dan Andy Lena selaku Pengurus Yayasan Arnoldus Wea Dhegha Nua disaksikan oleh Pemerintah Desa Inerie, Perangkat Dusun Maghilewa, Tokoh Masyarakat, dan sejumlah warga Kampung Adat Maghilewa. (AWTim/MSD)

Comments
Loading...