Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

BPJN NTT Tangani Longsor di Jalan Trans Flores, Desa Dobo-Kecamatan Mego-Kabupaten Sikka

0 94

KORANTIMOR.COM – SIKKA – Balai Pelaksana Jalan Nasional X Provinsi NTT (BPJN NTT) melalui Satuan Kerja Wilayah IV Flores melakukan penanganan jangka pendek (darurat, red) terhadap longsor yang kembali terjadi di Jalan Nasional Trans Flores, tepatnya di dusun Ojang-Desa Dobo, Kecamatan Mego Kabupaten Sikka pada Kamis (01/04/2021). Sementara untuk penanganan jangka panjang, BPJN NTT sedang memprogramkan pengerjaannya setelah penanganan darurat (setelah pembersihan material longsor, red) .

Demikian disampaikan Kepala BPJN NTT, Muctar Napitupulu melalui telepon celulernya kepada tim media ini pada hari yang sama (01/04/2021), ketika dikonfirmasi terkait penanganan longsor di Jalan Nasional Trans Flores, dusun Ojang-Desa Dobo Kecamatan Mego-Kabupaten Sikka.

“Sudah ditangani darurat….jangka pendek dan jangka panjang sedang diprogramkan “ tandasnya.

Kepala BPJN NTT, Muctar Napitupulu

Lebih lanjut Kepala BPJN NTT melalui Kasatker Wilayah IV Flores, Nino Sutrisno yang dihubungi media ini melalui sambungan telephon selulernya dihari yang sama (03/04/2021) mengungkapkan, bahwa kerusakan badan jalan oleh karena longsor sepanjang 50- 100 meter. Akibatnya, jalan penghubung Kabupaten Sikka- Kabupaten Ende-Nagekeo-Ngada-hingga Labuan Bajo terganggu, khususnya bagi kendaraan dengan tonase besar.

“Saya sudah instrusikan kepada pengguna jasa dan juga kepada PPKnya agar kondisi jalan yang masih ada, yang tidak tergerus longsoran itu harus tetap dipertahankan dengan cara memancang kayu di tebing longsoran itu. Kemudian diurug supaya tidak ikut longsor. Jika tidak, maka dikwatirkan jalan tersebut akan putus total. Kami juga sudah mendapat arahan untuk penanganan secara parmanen. Ada beberap alat berat sudahg stand by di lokasi-lokasi yang terdekteksi rawan longsor “ jelas Nino.

Satu unit well loader sedang membersihkan material longsor di titik longsor desa Bobo, Kecamatan Mego Kabupaten Sikka (02/04/2021)

Kasatker Nino mengatakan, pihaknya tetap bersyukur karena tidak ada korban jiwa dan tidak kerusakan kendaraan. Namun untuk sementara ini, hanya dapat diberlakukan lalulintas satu jalur (one way). Petugas BPJN NTT telah memasang garis polisi di sepanjang titik longsor untuk membantu mengarahkan arus lalu lintas pengguna jalan melintas dengan baik.

“Kami juga telah menempatkan petugas di jalan longsor tersebut. Dan saya menghimbau kepada para pengguna jalan, agar selalu berhati-hati saat melintas di lokasi tersebut,” ujarnya.

Kasat kerja IV Flores, Nino Sutrisno ST., MT

Secara terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.3 Ruas Wolowaru-batas Kota Maumere, Roberus W. Da Costa, ST yang dimintai komentarnya terkait longsor di wilayah tersebut menjelaskan bahwa terdapat 50 titik longsoran sepanjang Jalan Trans Nasional ruas Wolowaru-batas kota Maumere sepanjang musim hujan ini.

“Dan yang terparah adalah di Kecamatan Mego, Sikka. Hal ini dikarenakan telah terjadi hujan dengan intesitas tinggi. Kemudian longsoran sehingga penyempitan pada badan jalan yang diperkirakan sepanjang 50-100 meter badan jalan patah atau amblas. Saat ini, pihak kami sudah melakukan upaya menahan longsoran dengan menggunakan pancangan bambu,” tandasnya.

Melihat kondisi yang ada, kata Roberus, maka potensi patahnya bisa bertambah hingga 100 meter. Apalagi pada kondisi tanah di titik longsor itu adalah tanah numpang. Dengan demikian, untuk penanganan daruratnya pihaknya pakai penanganan cerucut bambu.

“Pancangan bambu tersebut kita tanam menggunakan alat berat excavator supaya mengatisipasi agar badan jalan tidak amblas atau tergerus lagi. Itu untuk jangkah pendeknya. Sementara untuk penanganan jangkah panjangnya, kita akan memasang pengaman pakai bronjong atau pasangan dinding panahan beton bertulang “ imbuhnya.

Seperti disaksikan tim media ini, reruntuhan material longsor berupa tanah berpasir dan bebatuan vulkanik pun menutup badan jalan sehingga lokasi tersebut untuk sementara ini belum bisa dilewati kendaraan besar, terkecuali kendaraan kecil (sepeda motor, red) dan sedang (seperti kendaraan roda empat, red).

Badan jalan yang beraspal pecah dan patah serta runtuh menyebabkan lubang yang dalam menyerupai tebing karena kikisan aliran air (banjir, red) yang deras.

Sementara itu, pengguna jalan dengan kendaraan roda dua dan roda empat yang berusaha melintas di titik longsor tersebut pun harus ekstra hati-hati sambil menghindari material longsor yang berserakan menutup jalan.

Pantauan tim media ini, tumpukan material longsor tersebut menyebabkan kondisi jalan berlumpur dan becek. Untuk melewati/melintas di titik tersebut, diberlakukan lintasan satu jalur, hanya satu kendaraan. (tim)

Comments
Loading...