Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Warga dan Pemdes Tendambepa Minta Polisi Ungkap Aktor Dibalik Berita Hoax Jalan Pu’ukungu-Orekose

0 63

KORANTIMOR.COM – ENDE – Pemerintah Desa (Pemdes) Tendambepa meminta Kepolisian Resort (Polres) Ende untuk mengungkap aktor intelektual dibalik pemberitaan terkait rusaknya Jalan Kabupaten Ende, ruas Pu’ukungu-Orekose oleh wartawan Realita Rakyat.Com RL yang diduga hoax (berita bohong).

Demikian dikatakan Siprianus Insani, warga Dusun I, Tendambepa, dan Badan Pembangunan Desa (BPD), Klemens Lato, serta Kanisius Durben, Kepala Desa (Kades) Tendambepa, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende saat ditemui tim media ini secara terpisah di Desa Tendambepa pada Jumad (26/02/21).

“Kami duga ada ada pihak (aktor intelektual, red) yang ‘bermain’ dibalik berita bohong ini. Karena itu kami minta Polres Ende untuk juga mengungkap oknum yang mengatur (maksudnya aktor intelektual, red) sehingga ada berita bohong itu,” ujar Siprianus Insani.

Menurutnya, Ia tidak tahu tujuan pemberitaan bohong itu. “Saya tidak tahu tujuannya apa? Tapi yang pasti berita itu sangat merugikan kami. Juga Pemkab Ende khususnya Bupati Ende dan Dinas PU Ende, serta kontraktor pelaksana,” tandas Siprianus.

Selain itu, lanjutnya, tidak ada warga berinisial DDO di Desa Tendambepa. “Tidak ada warga di sini yang berinisial DDO yang menjadi nara sumber pemberitaan Realita Rakyat.Com soal hasil pekerjaan jalan ini. Kami hidup disini, jadi kami tahu tidak ada warga yang berinisial DDO. Itu mengada-ada. Bohong itu,” tegas Siprianus.

Menurut Siprianus, apa yang dikatakan DDO (sebagaimana diberitakan Realita Rakyat.Com, red) terkait Jalan Kabupaten Ende, ruas Pu’ukungu Orekose adalah tidak benar. “Itu berita tidak benar. Hoax dan fitnah itu. Pak lihat sendiri kondisi jalan yang mulus itu,” tandas Siprianus Insani sambil menunjuk ruas jalan yang melintasi Desa Tendambepa.

Hal senada juga dikatakan Klemens Lato, Ketua BPD Tendambepa.

Menurutnya, setelah berita tentang kondisi ruas jalan Pu’ukungu-Orekose ini viral dengan narasumber berinisial DDO warga desa Tendambepa, maka dirinya menelusuri siapa oknum itu.

Namun dari hasil penelurusannya, Klemens memastikan bahwa tidak ada warga Desa Tendambepa yang berinisial DDO. “Tidak ada warga kami yang berinisial DDO. Saya selaku Ketua BPD bisa pastikan itu,” tandasnya.

Bahkan Klemens menantang oknum wartawan RL untuk membuktikan keberadaan narasumbernya yang berinisial DDO. “Saya duga ini narasumber fiktif yang dibuat oleh wartawan karena kami sudah cek, tidak ada warga kami yang berinisial DDO. Kalau DDO itu benar ada, datang dan tunjukkan,” tantangnya.

Klemens menjelaskan, pemberitaan di Realita Rakyat.Com tersebut sama sekali tidak benar karena sampai saat ini kondisi jalan yang dikerjakan oleh PT. SAK tahun 2019 lalu, tidak ada kerusakan dan longsoran. Sedangkan lokasi yang diberitakan itu adalah lokasi yang belum perna dikerjakan atau ditangani, yaitu di Malawaru yang terakhir dikerjakan oleh Dinas PU Ende pada tahun 1994 silam dan hingga saat ini belum pernah diperbaiki.

“Oknum wartawan yang tulis berita itu, sembarangan. Kami warga Desa Tendambepa dan Kepala Desa selama ini tidak pernah didatangi atau diwawancara oleh wartawan. Itu berita tipu-tipu saja,“ tandasnya.

Karena itu, lanjutnya, warga dan Pemerintah Desa Tendambepa mendukung Kepolisian Polres (Polres) Ende untuk memproses hukum oknum wartawan Realita Rakyat.Com, RL karena diduga menyebarkan hoax dan fitnah terkait hasil pekerjaan/proyek Jalan Kabupaten Ende, ruas Pu’ukungu-Orekose yang dikerjakan oleh PT. Surya Agung Kencana (SAK) tahun 2019 lalu.

“Biar supaya bisa terang benderang, karena ini berita tidak bagus dan fitnah. Ini bentuk pembodohan publik. Kita harus omong sesuai kenyataan bukan menyebarkan fitnah, ini negara hukum,” tandasnya.

Sementara itu Kades Tendambepa, Kanisius Durben yang ditemui tim media ini dikediamannya, mendukung proses hukum yang dilakukan Polres Ende untuk membersihkan nsma baik dari pihak-pihak terkait yang dirugikan. “Kami dukung proses hukumnya supaya jelas siapa yang benar dan siapa yang salah. Karena kami juga dirugikan dari pemberitaan tersebut,” ujarnya.

Kades Kanisius juga menegaskan bahwa tidak ada warganya yang berinsial DDO seperti yang diberitakan oleh media online Realita Rakyat.Com. “Kami sudah telusuri, tidak ada warga kami yang berinisial DDO,” ujarnya.

Kades Kanisius juga membantah bahwa dirinya pernah diwawancarai wartawan. “Saya tidak pernah diwawancarai wartawan baik secara langsung maupun lewat telepon terkait kondisi jalan di Desa Tendambepa,” ujarnya.

Mengenai kondis jalan, lanjut Kades Kanisius, kondisi badan jalannya masih mulus dan tidak ada kerusakan seperti diberitakan Realita Rakyat.Com.

“Kalau kondisi jalanya masih sangat bagus dan mulus. Tidak ada kerusakan ataupun longsoran. Memang kemarin saat musim penghujan, ada longsoran tebing (di segmen tahun 2018, red) dan sudah dibersihkan oleh Dinas PUPR Kabupaten. Tapi longsoran itu tidak berada di wilayah kerja Desa Tendambepa,“ paparnya.

Seperti yang disaksikan tim media ini pada Jumad, (26/02/21) ruas jalan Pu’ukungu – Orekose tidak masih mulus dan tidak ada kerusakan pada segmen yang dikerjakan oleh PT. SAK pada tahun 2019 (di sekitar Desa Tendambepa, Kecamatan Nangapanda Ende). Tampak bekas longsoran tebing di dua lokasi pada sagmen yang dikerjakan tahun 2018. Tak ada lagi tumpukan material longsoran karena telah dibersihkan oleh Dinas PUPR Kabupaten Ende. Badan jalan ditempat longsoran itu juga tidak rusak/berlubang.

Seperti diberitakan sebelumnya, wartawan media online Realita Rakyat.Com, RL dilaporkan PT SAK ke Polres Ende karena diduga menayangkan berita bohong/hoax terkait rusaknya Jalan Kabupaten Ende, ruas Pu’ukungu-Orekose yang dikerjakan perusahaan tersebut pada tahun 2019. (kt/tim)

Comments
Loading...