Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

BPJN X NTT Tangani Longsor Kedua di Ruas Jalan Ende-Wolowaru

0 68

KORANTIMOR.COM – ENDE – Balai Pelaksana Jalan Nasional X Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPJN X NTT) melalui Satuan Kerja Wilayah IV Flores menangani longsor kedua yang terjadi di kilometer 17 Jalan Nasional trans-Flores¸ ruas Ende-Wolowaru Kabupaten Ende pada Kamis (28/01/2021) malam. Satker IV mengambil tindakan menurunkan Disaster Relief Unit (DRU) atau tim gerak cepat membersihkan material longsor di ruas jalan tersebut sehingga arus lalulintas pun normal kembali.

Satu unit excavator sedang membersihkan material longsor di KM 17 Ende-Wolowaru (29/01)

Demikian disampaikan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) IV BPJN NTT¸ Nino Sutrisno¸ ST.¸ MT saat diwawancarai Tim Media ini pada Jumat (29/01/2021) di Ende.

“Ini kedua kalinya. Kalau pekan lalu itu di KM 18¸ dan kali ini masih di ruas dan lokasi yang sama namun titik longsorannya berbeda (KM 17¸ red). Volume longsorannya cukup besar, kami sudah siapkan tim Disaster Relief Unit (DRU) atau tim gerak cepat untuk membersihkan material longsoran¸” ujarnya.

Menurut Nino Sutrisno¸ longsor terjadi akibat curah hujan dengan entisitas tinggi di beberapa pekan sehingga menutupi akses jalan nasional trans flores¸ ruas Ende – Wolowaru, tepatnya di KM 17 arah timur Kota Ende, di desa Toberabu Kecamatan Ende. “Longsoran tersebut langsung ditangani oleh Satuan Kerja (Satker, red,- ) BPJN wilayah IV, PPK 4.1 bersama tim dari TNI /Polri, pemerintah kabupaten Ende dan warga sekitar¸” jelasnya.

Kasatker IV BPJN NTT, Nino Sutrisno, ST., MT

Setelah mendapat informasi longsor yang terjadi pada Kamis malam (28/01), kata Kasatker Nino¸ dirinya bersama PPK 4.2, Gusty Atmawinata, ST pada Jumad ( 29/01/2021) berkoordinasi dengan pihak TNI Kodim 1602 Ende dan Polres Ende serta Pemerintah Kecamatan dan masyarakat menurunkan anggota satgas untuk membersihkan material longsor dan hasilnya arus transportasi normal kembali.

“Pembersihan material longsor hanya dipagi hingga sore hari¸ dan kami menghindari kerja pada malam hari¸ mengingat cuaca dan curah hujan yang masih tinggi dan dikuatirkan adanya longsor susulan di malam hari saat petugas bekerja¸” jelasnya.

Kasatker wilayah IV, Sutrisno/Nino, S.T, M.T pun merasa bersyukur bencana tersebut tidak memakan korban jiwa¸ walau sempat menimbulkan kemacetan arus lalulintas. “Akibat longsoran tersebut terjadi antrian kendaraan sepanjang kurang lebih 3 kilometer; baik dari arah Timur maupun arah Barat. Namun arus transportasi kembali normal setelah material longsor dibersihkan¸” bebernya.

Lebih lanjut¸ Kasatker Nino Sutrisno mengingatkan agar para pengguna jalan; baik roda dua maupun roda empat untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi ruas jalan tersebut. Saat ini memasuki puncak musim hujan Januari hingga bulan Februari 2021. Kemudian perubahan cuaca yang mencolok; kadang panas yang menyengat kemudian tiba-tiba hujan.

“Maka bencana tanah longsor diprediksi masih mengancam di beberapa ruas nasional trans flores khusunya pada ruas Ende –Wolowaru. Tanah longsor terjadi karena adanya perpindahan bahan pembentuk lereng seperti tanah, batuan, bahan timbunan atau campuran yang bergerak ke bawah dan keluar lereng¸” imbuhnya.

Sebagaimana pantuan tim media ini, nampak sejumlah alat berat seperti beberapa unit excavator dan wheel loader yang sudah sepekan ini stand by di sejumlah titik rawan longsor. Para petugas begitu antusias membersihkan material longsor yang menutup badan jalan. Pada Jumat (29/01/2021)¸ sekitar pukul 11.00 Wita, arus kendaraan kembalinormal melewati ruas jalan tersebut¸ meski masih ada sisa-sisa kecil material yang perlu dirapikan.

Para petugas terpaksa harus kembali memberlakukan kembali sisitim buka tutup jalan untuk memastikan keamanan para pengguna jalan yang melintas. ( tim)

Comments
Loading...