Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

BPJN X NTT Tangani Longsor di Jalan Trans Flores Ruas Ende – Detusoko

0 113

KORANTIMOR.COM – ENDE –

Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) X Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sigap menangani 20 titik longsor di Jalan Nasional trans Flores¸ ruas Ende-Detusoko (jalur Ende-Maumere) dengan mengefektifkan tim gerak cepat (Disaster Relief Unit/DRU) ke lokasi longsor. Tim DRU tersebut melakukan pembersihan material longsor sehingga arus transportasi barang maupun penumpang yang sempat macet di ruas jalan tersebut kembali normal.

Kabalai PJN X NTT, Muchtar Napitupulu

Demikian disampaikan Kepala BPJN NTT¸ Muchtar Napitupulu ketika jumpai Tim Media ini disela-sela kunjungannya di lokasi longsor KM 17¸ arah Timur Kota Ende pada Jumat (22/01/2021) didampingi staf BPJN wilayah X, Togap dan Kasatker Wilayah IV, Nino Sutrisno, PPK 4.2, Gusty Atmawinata dan PPK.4.1, Donatus Nelo

“Kasatkernya (Kasatker IV¸ Nino Sutrisno¸ST.¸ red) telah mengidetifikasi dan sudah melaporkan kepada saya¸ bahwa ada sebanyak 20 (dua puluh) titik (titik longsor¸ red) yang sudah didentifikasi dan akan kita tangani secara bertahap¸” jelasnya.

Kabalai PJN X NTT bersama stafnya dan aparat TNI di lokasi longsor di kilometer 17, ruas Ende-Detusoko (22/01/2021)

Menurut Muchtar Napitupulu¸ penangan longsor di ruas jalan tersebut dilakukan bertahap mengingat jalur tersebut merupakan jalur rawan longsor dan kebutuhan cost (anggaran) untuk penanganannya juga besar. Sementara situasi Covid 19 menyebabkan banyak anggaran terpotong karena terjadi re-focusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Namun kami segera melakukan penanganan darurat di beberapa titik rawan longsor yang hampir terjadi di setiap musim hujan. Khususnya pada ruas Jalan Nasional trans Flores¸ ruas Ende-Maumere demi kenyamanan masyarakat¸” ujarnya .

Napitupulu pun menghimbau seluruh masyarakat¸ khususnya pengguna ruas jalan Ende-Detosoko agar selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi ruas jalan Ende-Maumere yang rawan longsor saat hujan.

“Kita juga akan memasang rambu-rambu sebagai pengingat bagi pengguna jalan pada titik rawan longsor¸ agar pengguna jalan selalu waspada ketika melintasi ruas jalan itu¸” imbuhnya.

Sebagaimana pantauan tim media ini¸ bencana longsor di ruas jalan Ende-Detusoko atau jalur Ende-Maumere terjadi pada Selasa ( 19/1/2021) malam. Kemudian terjadi longsor susulan pada Rabu (22/1/2021) dengan jumlah material longsoran lebih besar akibat intesitas hujan yang tinggi. Khusus di dua titik berbeda yakni di kilometer 18 dan kilometer 21 Desa Tomberabu, Kecamatan Ende¸ panjang longsor antara 10 hingga 30 meter.

Sementara longsor di kilometer 17 ruas Ende-Detusoko juga mengakibatkan akses transportasi sempat lumpuh sekitar lima jam. Sejumlah alat transportasi (barang dan penumpang¸red) terpaksa antri menunggu di Bagian Barat dan Timur hingga akses jalan kembali normal.

Terkait kondisi tersebut¸ BPJN NTT melalui Kasatker Wilayah IV¸ Nino Sutrisno ST.¸MT bersama PPK 4.2 ruas Ende – Wolowaru dan seluruh staf¸ dibantu aparat TNI dan Pemerintah Kabupaten Ende ¸ memobilsasi alat berat berupa Excavator dan Wheel Loader serta sejumlah Dum Truck untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.

Lalu sekitar pukul 12.00 Wita, arus kendaraan sudah bisa lalu (lewat¸ red), walau masih ada sisa-sisa kecil material yang perlu dirapikan. Para petugas pun terpaksa harus memberlakukan sistim buka tutup jalan untuk memastikan keamanan para pengguna jalan yang melintas.

Kasatker Nino Sutrisno juga menjelaskan bahwa pembersihan material longsor dilakukan hanya dipagi hingga sore hari dan menghindari kerja pada malam hari mengingat cuaca hujan dan dikuatirkan adanya longsor susulan dimalam hari saat para petugas bekerja. (kt/tim)

Comments
Loading...